“Meskipun lama terabaikan, kini gedung ini menjadi pusat baru bagi warga Jakarta, yang tidak hanya menawarkan fasilitas modern tetapi juga memamerkan beberapa aset bersejarah Peruri, seperti mesin pencetak uang dari tahun 1950,” kata Dwina.
Dwina berharap Bali Coffee Club tidak hanya menjadi kawasan kuliner yang autentik, tetapi juga menjadi community destination baru bagi warga Jakarta.
“Dengan kesadaran akan kebutuhan lifestyle yang sehat pasca-pandemi, Bali Coffee Club dapat menjadi tempat ideal untuk berkumpul bersama keluarga, menciptakan hubungan yang lebih erat dalam suasana yang nyaman,” tambahnya.
Dengan konsepnya yang unik dan menyeluruh, Bali Coffee Club di Jakarta siap mengukir cerita baru sebagai lifestyle hub yang tidak hanya memberikan pengalaman ngopi terbaik.
Namun juga menjadikan Bali Coffee Club ini destinasi favorit.
Dwina memberikan apresiasi kepada Bali Coffee Club karena berhasil menghidupkan kembali gedung bersejarah ini.
“Selamat atas peresmian Bali Coffee Club,” tutup Dwina.