Kedua, pengembangan utilitas core business di TANESCO yang mencakup Maintenance, Repair, and Operation (MRO) dan Kolaborasi co-investment.
Ketiga, pengembangan utilitas non-core business di TANESCO seperti Power Quality Solutions dan Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan.
Keempat, penyediaan Capacity Building dan pertukaran komprehensif melalui internship pegawai TANESCO ke PLN pada transformasi digital PLN dan sektor core business ketenagalistrikan.
“Selama 78 tahun, PLN telah melayani jutaan kehidupan di Indonesia.
“Kami memiliki rekam jejak pertumbuhan baik dalam pembangunan infrastruktur maupun penjualan listrik dengan kinerja keuangan yang sangat baik.
“Kami menegaskan bahwa MoU yang telah ditandatangani PLN dan TANESCO akan dilakukan dengan maksimal sehingga hasilnya tak hanya dari sisi bisnis tapi juga bagi hubungan bilateral ke dua negara,” ujar Darmawan.
Darmawan melanjutkan, bahwa pada pertemuan kali ini kedua belah pihak berdiskusi terkait MoU sebelumnya termasuk membahas keinginan TANESCO mengadaptasi transformasi digital PLN guna mengembangkan akselerasi TANESCO mencapai produksi 10.000 MW di tahun 2025 dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebagai base load.
Baca Juga: PLN Icon Plus Bekerjasama dengan Pemkab Aceh Tenggara Dukung Program Digitalisasi Layanan
“Pada pertemuan ke-5 ini, TANESCO ingin berdiskusi berbagai hal termasuk tentang investasi business to business yang tujuannya adalah untuk menjajaki potensi kerja sama, dengan ketertarikan pada energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga panas bumi,” tutup Darmawan.
Managing Director TANESCO, Boniface Gissima Nyamo-Hanga menjelaskan penguatan kerja sama antara TANESCO dan PLN merupakan kerja sama strategis kedua negara dalam mengejar target NZE.
Tanzania saat ini menargetkan penambahan kapasitas pembangkit hingga 10.000 MW dan membutuhkan ruang kolaborasi.
“Kami merupakan negara yang sedang pesat dalam berkembang saat ini.