Penerapan K3 tersebut menjadi salah satu indikator dari Customer Satisfaction Index (CSI) yang juga mempengaruhi kinerja perusahaan selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
“Dengan penerapan K3 yang optimal di jalan tol diiringi optimalisasi pemenuhan rambu-rambu, pelatihan bagi pekerja."
"Seperti pelatihan investigasi kecelakaan, penanganan tumpahan Bahan Bakar Berbahaya (B3), Pemadam Kebakaran, P3K yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan agar pengoperasian jalan tol dapat terus berlangsung dengan selamat."
"Serta mempelopori Kampanye Keselamatan Berkendara bertajuk Setuju (Selamat Sampai Tujuan) yang saat ini diterapkan diseluruh jalan tol, membuat nilai CSI jalan tol yang dikelola meningkat dari yang semula 4.49 menjadi 4.65 dengan predikat sangat memuaskan,” tambah Tjahjo.
Pelaksanaan K3 di Lingkungan Hutama Karya pastinya tidak luput dari tantangan, salah satunya yaitu pada proyek konstruksi dengan pekerja yang besar yang melibatkan banyak pihak, alat berat yang dioperasikan secara bersamaan, serta durasi proyek yang terbatas.
Sehingga perlunya perencanaan K3 yang matang dan komunikasi yang baik dengan pihak terkait baik dalam persiapan maupun pelaksanaan proyek.
“Kami berharap penerapan K3 di lingkungan Hutama Karya, baik di proyek maupun di jalan tol dapat terus semakin meningkat dan menjadi fokus utama perusahaan dalam upaya menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani serta rohani tenaga kerja,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.