Dalam penyelesaian project financing, proyek RDMP Balikpapan melibatkan 4 Export Credit Agency (ECA) dan 22 Commercial Banks.
Keberhasilan dalam pelaksanaan project financing proyek RDMP Balikpapan, mulai dari sizing project financing yang cukup besar yaitu sebesar 3,1 miliar USD, project financing ini berhasil mendapatkan over-subscribed hingga 4,39 miliar USD (142%) meskipun di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak pada saat itu, ujar Taufik.
Selain itu keberhasilan lain dalam project financing ini adalah bisa mendapatkan bunga yang rendah.
“Kami dengan bangga mempersembahkan The Biggest Project Financing yang melibatkan Export Credit Agencies (ECA), dengan nilai 3,1 miliar USD atau sekitar 45 triliun rupiah, demi ketahanan energi di Indonesia, dengan berkontribusi pada pengurangan import untuk mendukung kemandirian energi Indonesia,” papar Taufik.
Baca Juga: Tancap Gas Dekarbonisasi, Pertamina Resmikan PLTS Kilang Balongan Berkapasitas 1,51 Mwp
RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional Indonesia yang akan meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, yang akan membantu memenuhi peningkatan permintaan bahan bakar dan produk petrokimia dalam negeri.
Per Februari 2024, progres utama untuk lingkup ISBL - OSBL Proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 88% selesai.
Selain itu, proyek ini juga mengusung aspek keberlanjutan dan lingkungan di mana produk yang dihasilkan tergolong berkualitas tinggi berstandar Euro 5, yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Dukung Gerakan Penanaman 100.000 Bibit Pohon Untuk Kelestarian Lingkungan
Sebagai salah satu proyek investasi terbesar di Indonesia, proyek Balikpapan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor dan memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan perusahaan lokal, menciptakan lapangan kerja lokal, dan menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30%–35%.
Selain itu dengan penambahan produksi BBM, LPG dan Petrokimia Nasional, diharapkan dapat menghemat defisit neraca perdagangan Indonesia hingga 2 Milyar USD per tahunnya.
Keterangan lain terkait Project Financing RDMP Balikpapan juga dapat disimak melalui https://www.pfie.com/featured/pfi/yearbooks.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance).