Yakni PT PP (Persero) Tbk dan Ashfri Putralora (KSO) dan konsultan konstruksi PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO).
Pada momen peresmian yang dilaksanakan pada Jumat (23/02) kemarin oleh Presiden Republik Indonesia, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora menyatakan bahwa pembangunan Lolak merupakan salah satu komitmen Indra Karya untuk menjaga pengelolaan dan penguatan sumber daya air dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Sebagai perseroan yang bergerak di bidang konsultan konstruksi salah satunya sumber daya air (SDA), Indra Karya berkomitmen untuk memberikan kontribusinya pada proyek-proyek pengelolaan dan penguatan sumber daya air.
"Dengan diresmikannya Bendungan Lolak menjadi salah satu aksi konkret Indra Karya untuk dapat memenuhi keberlanjutan kebutuhan sumber daya air bagi masyarakat hingga jangka panjang, khususnya pada masyarakat di Sulawesi Utara terutama dalam musim kemarau dan suplai irigasi," tutur Gok Ari.
Yuli Astuti selaku General Manager Divisi Engineering I, yang turut hadir pada momen peresmian tersebut berharap bendungan yang berlokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow ini tidak hanya memprioritaskan mutu dan kualitas, namun juga memperhatikan implementasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Baca Juga: Demi Perkuat Sektor EBT, Indra Karya Resmi Jalin Kerja Sama dengan BUMN Lintas Negara
"Pembangunan bendungan yang baik tidak hanya dilihat dari hasil output yang baik, dari segi mutu dan kualitas, namun juga dapat 'zero accident'," ungkap Yuli.
Sejalan dengan perwujudan kedaulatan pangan dan ketahanan air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun infrastruktur penguatan nasional yang masuk ke dalam daftar proyek strategis atau Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hal ini seperti yang tercantum dalam Pemerintah dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan pada 17 November 2020.
Dengan demikian, peresmian Bendungan Lolak bukan hanya menjadi momen seremonial semata, tetapi juga merupakan tonggak bersejarah dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya air secara efisien dan berkeadilan bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
Sebagai informasi, Bendungan Lolak telah diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Rabu pagi (23/2) yang ditandai dengan adanya pemukulan beduk.
Kegiatan peresmian bendungan Lolak turut dihadiri langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Pj Bupati Bolaang Mongondow Limi Mokodompit, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Selatan (BWSS I) I Komang Sudana, Staf Ahli Menteri PUPR Lucky Korah, serta perwakilan masyarakat Desa Pindol Kecamatan Lolak Kabupaten Bolmong.***