"Tidak bisa berdiri sendiri. Strategi ini yang akan kita bawa ke sana," lanjutnya.
Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Produsen Titian Sejahtera Mandiri Kalbar, Ismail Lavan.
Dia mengatakan jika standar dan pendekatan pola kemitraan Riau diterapkan, maka petani di Kalbar akan jauh lebih sejahtera.
Dia mengaku usai mengikuti studi banding tersebut, dirinya bersemangat untuk segera kembali untuk mendorong dan melaksanakan PSR di Kalbar.
"Kami dapat satu perbandingan yang sangat luar biasa. Keterbukaan, transparansi, itu modal utama untuk kepercayaan.
"Kemitraan di Riau sangat istimewa. Harapan kami di Kalimantan sama dengan yang diterapkan di Pekanbaru ini .
"Oleh karena itu kami akan sebarluaskan (pola kemitraan di Riau ke) petani kami di Kalbar.
"Semoga program ini tidak hanya dirasakan petani di Pekanbaru, tapi dirasakan oleh seluruh petani Indonesia," urainya.
Baca Juga: Kejar Target Produksi Ekspor, Luas Tanam Tembakau PTPN I Regional 4 Diperluas Hingga 75 Hektare
Lembaran Baru Kemitraan di Kalimantan
SEVP Operation PTPN IV PalmCo Regional 3 Arief Subhan Siregar menjelaskan bahwa kunjungan studi banding ini merupakan realisasi dari Workshop PTPN Untuk Sawit Rakyat yang digelar di Pontianak, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diinisiasi Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa tersebut dihadiri langsung Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah, PJ Gubernur Kalbar dr Harrison, Dirut Holding Perkebunan Nusantara III Persero serta ratusan petani sawit.
Untuk diketahui, Jatmiko sendiri merupakan Direktur PTPN V Riau sejak 2019 hingga 2023, tepat sebelum aksi korporasi menjadi PTPN IV PalmCo Regional 3 awal Desember tahun lalu.