rilis-bumn

ASDP Pastikan Kesiapan Sarana dan Prasarana Mudik Lebaran 2024 dan Imbau Masyarakat Beli Tiket Minimal H-60 Sebelum Keberangkatan di trip.ferizy.com

Kamis, 7 Maret 2024 | 11:00 WIB
Suasana rakor Kesiapan Sarana dan Prasarana Mudik Lebaran 2024 antara Kemenhub dengan ASDP dan mitra darat lain di Kantor Pusat ASDP pada Rabu (06/03/2024). (DOK. ASDP)

Kabar BUMN - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan Rapat Kesiapan dan Penanganan Arus Mudik 2024 pada lintas penyeberangan Merak – Bakauheni Rabu (6/3) di Kantor Pusat ASDP.

Kolaborasi antara ASDP dan seluruh pihak demi memastikan keselamatan dan kepuasan pemudik selama musim mudik Lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno mengatakan, "Strategi tahun ini kurang lebih sama dengan tahun kemarin, namun tetap akan ada perbaikan dan evaluasi demi kelancaran bersama."

Baca Juga: ASDP Resmi Terapkan Reservasi Tiket Online melalui trip.ferizy.com di Pelabuhan Hunimua-Ambon

Dari segi perbaikan operasi angkutan lebaran, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menjelaskan kesiapan ASDP yang berkaitan dengan segmentasi pelayanan pelabuhan H-7 hingga H-1.

Yakni, Pelabuhan Merak (Merak-Bakauheni) melayani pejalan kaki, kendaraan penumpang (golongan IVA, VA, dan VIA), dan truk golongan IVB & VB.

Sedangkan untuk Pelabuhan Ciwandan (Ciwandan-Bakauheni) akan melayani kendaraan roda 2, kendaraan truk golongan VIB dan VII tujuan Pelabuhan Bakauheni serta untuk Pelabuhan BBJ (Bojonegara-Muara Pilu) yang ditetapkan untuk melayani truk gol. VIII & IX.

Baca Juga: Hari Peduli Sampah Nasional 2024, ASDP Gandeng Komunitas Lingkungan Bersihkan Sampah di Sungai Ciliwung

Adapun dari segi sarana pra sarana lainnya yaitu peningkatan kapasitas Dermaga 2 Merak yang semula 3.000 GT menjadi 10.000 GT, hingga penyediaan Travelator pada Access Bridge Menuju Dermaga Reguler Merak.

Ira menambahkan, khusus untuk kapal operasi di lintas Merak-Bakauheni terdapat 66 armada yang beroperasi yaitu express 6 kapal dan reguler 60 kapal. Sedangkan penyediaan armada di Ciwandan sebanyak 10 kapal dan BBJ sejumlah 5 kapal.

"Hal baru yang kita terapkan adalah kita akan menggunakan data trafik yang lebih akurat sehingga pengambilan keputusan dapat dioptimalisasi berdasarkan pada data actual," tambah Ira.

Baca Juga: Kenalkan Praktik Kerja di Industri Penyeberangan, ASDP Buka Kesempatan Magang Profesional Bagi Mahasiswa The Chinese University of Hongkong

Dalam rapat koordinasi mitra darat juga disampaikan implementasi Radius Batas (Geofencing) Pembelian Tiket di Merak sejauh 4,71 KM dan Bakauheni sejauh 4,24 KM.

Sedangkan untuk Ketapang radius diterapkan sejauh 2,65 KM (batas Terminal Sritanjung) dan Gilimanuk 2 KM (batas Terminal Kargo).

Halaman:

Tags

Terkini