“Tentunya proyeksi pengoperasian penerbangan tambahan ini akan terus bergerak dinamis sejalan dengan kebutuhan masyarakat jelang periode peak season nanti," ungkap Irfan.
Baca Juga: Wujudkan Cita-cita Jadi Karyawan BUMN, Bank BTN Buka Lowongan Kerja Srbagai General Banking Staff
Lebih lanjut, Irfan mejelaskan, "Optimalisasi kapasitas produksi yang kami laksanakan ini juga diselaraskan dengan optimisme pertumbuhan perjalanan udara yang diprediksikan akan terus tumbuh dimana pada tahun ini Garuda Indonesia Group mencatatkan kenaikan jumlah kursi yang disiapkan lebih dari 1,4 juta kursi atau naik sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode peak season Lebaran pada tahun 2023 lalu sekitar 1,2 juta kursi."
Menurut Irfan, pihaknya memperkirakan puncak arus mudik pada musim Lebaran 2024 ini akan terjadi pada tanggal 6 April dan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 13 April.
“Kami tentunya akan terus memantau perkembangan pergerakan penumpang dan menyiapkan berbagai langkah antisipatif jika terdapat peningkatan pergerakan penumpang pada periode tersebut dan terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai stakeholder kebandaraan untuk memastikan penerapan service and operations excellent Garuda Indonesia Group dapat terimplementasi secara konsisten dan optimal.”
Selain mengoptimalkan ketersediaan kursi bagi masyarakat, kata Irfan, fokus utama kami adalah memastikan tatalaksana aspek safety terjaga dengan optimal.
Hal tersebut sejalan dengan core value layanan penerbangan Garuda Indonesia yang secara konsisten senantiasa mengedepankan aspek safety tidak hanya dalam budaya kerja seluruh awak pesawatnya melainkan juga melalui pemenuhan aspek compliance regulasi safety yang berlaku.
"Untuk itu, kesiapan tersebut turut kami optimalkan dengan melakukan prosedur perawatan berkala secara menyeluruh pada armada yang akan beroperasi, hingga optimalisasi kesiapan awak pesawat baik melalui fatigue risk management system bagi awak pesawat serta berbagai tindakan mitigasi operasional lainnya dalam aspek safety”, jelas Irfan.
Baca Juga: Rekomendasi Lokasi Ngabuburit di Kota Solo yang Bisa Sekalian Cari Takjil
“Kami memproyeksikan jumlah permintaan akan kebutuhan layanan penerbangan akan terus berkembang sejalan dengan tren perjalanan masyarakat mendekati hari raya mendatang. Untuk itu, kami akan terus memantau pergerakan masyarakat guna memastikan kesiapan sarana prasarana layanan penerbangan dapat terpenuhi dengan optimal," ujar Irfan lagi.
Ia mengatakan, pihaknya berharap momentum lebaran tahun 2024 akan menjadi momentum bagi mereka untuk terus mengakselerasikan pertumbuhan kinerja dan di saat yang bersamaan dapat memenuhi kebutuhan akan transportasi udara yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk merayakan momen libur hari raya bersama keluarga dan kerabat.***