Pembangkitan tersebut mendukung 25% kebutuhan Listrik Provinsi Lampung.
Baca Juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Senilai Rp690 Juta
PGE berhasil mengembangkan geothermal di area Ulubelu sejak tahun 2011 dan telah dimanfaatkan kurang lebih oleh 244.000 rumah.
Hal ini dapat menekan laju emisi yang tentunya menjaga keasrian lingkungan dengan memberi kontribusi positif dalam upaya mewujudkan energi yang lebih hijau dan ramah lingkungan dengan potensi pengurangan emisi mencapai angka 1.144.000 +CO2 per tahun.
Lahan tempat Edi bekerja sehari-hari kini tak lagi bergantung pada sumber energi konvensional.
Baca Juga: Peringati HPSN, Pertamina EP Sangasanga Field Perkenalkan Cara Pengelolaan Sampah kepada Siswa SD
Kini tenaga surya alami bisa menggerakkan greenhouse miliknya.
Bagi Edi hadirnya sumber-sumber energi terbarukan menjadi berkah sendiri untuk Ulubelu, kecamatan yang amat ia cintai.
Dalam sadarnya, Edy paham betul bahwa kini kegiatan produktif warga Ulubelu tertolong oleh hadirnya sumber energi alternatif.
Tidak saja bangga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan energi hijau, Edi merasakan betul manfaat nyata dengan menggunakan PLTS untuk greenhouse-nya, salah satunya adalah penghematan biaya listrik.
Menurutnya, sejak hadirnya PLTS di greenhouse-nya, kelompoknya dapat menghemat 200 ribu rupiah setiap bulan.
Bagi Edi dan kelompok taninya, nilai tersebut sangat berarti untuk meningkatkan keuntungan usaha kebun melon hidroponiknya.
Baca Juga: Pertamina Raih Tiga Apresiasi Fortune Indonesia Change The World 2023
Tak cukup sampai di situ, inovasi menyediakan energi hijau juga hadir dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan pemanfaatan aliran air sungai di Desa Air Abang, Kecamatan Ulubelu.