Frans menuturkan, secara keseluruhan penyaluran dilakukan di 7 provinsi dengan total penerima 1.446.089 KRS, di mana untuk Sumatera Utara terdapat 136.738 KRS, Jawa Barat 403.285 KRS, Jawa Tengah 345.514 KRS, Jawa Timur 374.197 KRS, Banten 92.654 KRS, Nusa Tenggara Timur 73.068 KRS dan Sulawesi Barat 20.633 KRS.
“Tahun ini, dalam pelaksanaannya ID FOOD kembali melibatkan perusahaan member of ID FOOD, yakni PT Berdikari, PT PPI, PT Rajawali Nusindo sebagai penyedia produk telur dan daging ayam, serta PT BGR Logistik Indonesia (BLI) sebagai transporter. Kita juga masih berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero),” ungkapnya.
Menurutnya, yang membedakan pada tahun ini adalah keterlibatan BLI sebagai transporter untuk wilayah Jawa Barat.
BLI secara resmi menjadi mitra pemerintah untuk mengirimkan bantuan pangan penanganan stunting ke masyarakat.
Dengan mengoptimalkan Refeer Truck yang menjadi armada andalan dari BLI, diharapkan produk telur dan daging ayam yang didistribusikan akan semakin terjaga kualitas dan mutunya.
“Kami berkomitmen bantuan pangan dapat terdistribusi secara merata dan tepat waktu, dengan kualitas daging dan telur yang terjaga sampai ke tangan penerima."
"Untuk memastikan hal tersebut BLI mengerahkan 50 armada truk dengan kemampuan pendistribusian 30 ton per hari yang siap mendukung kegiatan tersebut."
"Selain itu, ID FOOD juga didukung mitra transporter lainnya,” tutur Frans.
Lebih lanjut Frans menambahkan, program bantuan pangan penanganan stunting ini digelar dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah menurunkan prevalensi stunting sebagaimana tercantum dalam Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Data KRS diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) by name dan by address, sehingga penyaluran dapat tepat sasaran."
"Setiap keluarga rentan stunting akan menerima satu paket berisi 10 butir telur dan 0,9 – 1 kg daging ayam beku (frozen) sebanyak tiga kali,” terangnya.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam kesempatan terpisah mengapresiasi pelaksanaan bantuan pangan telur ayam dan daging ayam yang kembali berjalan di tahun 2024 ini.
Mengingat, bantuan ini memiliki dua aspek yang penting dalam upaya membangun ekosistem pangan nasional.