rilis-bumn

PLN Indonesia Power dan China Energy Bersinergi, Kaji Pengembangan Energi Hijau Skala Besar di Sulawesi

Selasa, 26 Maret 2024 | 07:30 WIB
Penandatanganan Perjanjian Studi Pengembangan Bersama oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha dan Chairman of China Energy International Group Lyu Zexiang di Jakarta pada Kamis (21/3). (DOK.PT PLN (Persero))

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Indonesia Power menandatangani Joint Development Studi Agreement (JDSA) dengan China Energy Engineering Group Co Ltd (CEEC) di Jakarta, Kamis (21/03).

Kerja sama ini terkait pengembangan proyek energi hijau secara komprehensif di Sulawesi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sebagai pemain kunci dalam agenda transisi energi di tanah air, PLN terus menjalin sinergi dengan mitra nasional dan global untuk mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) secara masif.

Baca Juga: Weekacura Waterfall, Air Terjun Unik di Sumba yang Muncul di Tengah Sawah, HTM ke Tempat Wisata Ini Gratis Lho

Hal tersebut, kata dia, juga sejalan dengan agenda Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.

”Penandatanganan kerja sama ini menjadi momen penting mengingat dalam waktu dekat Pemerintah bersama PLN akan merilis Rencana Usaha Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang baru."

"Di sana akan diatur terkait pembangunan pembangkit EBT skala besar dan green transmission line yang menghubungkan antar pulau di tanah air," ujar Darmawan dalam High-Level Business Meeting PLN-CEEC di Jakarta, (21/03).

Baca Juga: Bank BRI Buka Banyak Loker di Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Terbuka untuk Lulusan S1 hingga S2

Lebih lanjut Darmawan mengungkapkan, dalam desain RUKN terbaru ditetapkan bahwa ekosistem EBT Indonesia akan ditopang oleh pembangkit berbasis hidro dan geothermal sebesar 32 Gigawatt (GW) serta pembangkit berbasis surya dan angin sebesar 28 GW.

Pengembangan green transmission line akan berperan krusial untuk menyalurkan listrik hijau antarpulau.

”Ada mismatch antara lokasi sumber hidro dan geothermal dengan pusat beban. Untuk itu, kita perlu menghubungkan Sumatera ke Jawa, Kalimantan ke Jawa, Nusa Tenggara Timur ke Jawa, Kalimantan ke Sulawesi, yang di dalamnya akan ada proyek besar perancangan dan pengembangan green transmission line,” lanjutnya.

Baca Juga: Kesempatan Ikut Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 Masih Terbuka, Inalum Sediakan Tiket Bus PP Gratis untuk Area Sumatera

Board Chairman of CEEC Group, Song Hailiang mengatakan, pihaknya siap mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai NZE di tahun 2060 atau lebih cepat.

Dalam hal ini CEEC optimistis karena telah memiliki sejarah panjang kerja sama pengembangan EBT dengan PLN.

Halaman:

Tags

Terkini