"Kami sudah melakukan semua persiapan dari jauh-jauh hari," kata Adi.
Adi Lumakso juga memastikan pasokan energi primer untuk pembangkit dalam posisi yang aman.
Pasokan batubara untuk PLTU milik PLN tidak ada yang statusnya emergency dengan rata-rata pada rentang 22,2 - 31,9 hari operasi (HOP).
Begitu juga untuk pasokan gas yang berada di volume 802,84 billion british thermal unit (BBTU) untuk pembangkit di regional Jawa-Madura-Bali, 226,03 BBTU untuk Sumatera, 53,56 BBTU untuk Kalimantan dan 35,86 BBTU untuk Sulawesi.
Baca Juga: Pantai Baru di Lampung yang Vibes-nya Seperti di Bali, Rio by The Beach Segera Dibuka untuk Umum
Sedangkan untuk pasokan BBM juga dalam kondisi aman dengan rata-rata cadangan mencapai 14,3 HOP di seluruh wilayah tanah air.
Selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri 1445 H, PLN menyiagakan 81.591 personel di 2.766 posko.
Para personel tersebut dilengkapi dengan 1.731 genset, 735 Uninteruptible Power Supply (UPS), 1.206 Unit Gardu Bergerak (UGB), 188 Unit Kabel Bergerak (UKB)/Unit Kabel dan Kubikel Bergerak (UKKB), 19 Trafo mobile, 33 ERS standby, 395 crane, 3.756 mobil dan 3.318 sepeda motor operasional.
Baca Juga: Kesempatan Magang di DAMRI, Ada Tiga Lowongan Bersertifikat Resmi dari Kementerian BUMN
Termasuk yang disiagakan adalah infrastruktur penunjang kendaraan listrik pemudik.
Seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 1.299 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.