Hasil cucian dipastikan wajib bebas dari debu, bau, noda, bercak, sampah, karat dan permukaan material harus kering oleh petugas.
Baca Juga: Mulai 29 Maret 2024, KA Argo Bromo Anggrek Gunakan Kereta Eksekutif New Generation
VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus menerangkan bahwa setiap kereta api yang beroperasi menjalani proses cuci secara berkala.
Hal ini tidak hanya mencakup pembersihan eksterior, tetapi juga pembersihan interior, termasuk lantai, kursi, dan area umum lainnya.
"Pencucian kereta dilakukan pada stasiun-stasiun baik di Daop dan Divre yang memiliki fasilitas area cuci kereta. Dengan menjaga kebersihan kereta, KAI berusaha memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi setiap penumpang," imbuhnya.
Joni mengatakan, pada proses pencucian, KAI menggunakan air dari tanah sumur bor dengan proses filterisasi dan secara berkala dilakukan uji labora guna memastikan air higienis sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.
Agar tidak memberikan dampak yang tidak baik bagi lingkungan, KAI juga mengutamakan bahan yang tidak merusak lingkungan dengan menggunakan bahan chemical pembersihan yang disertai dengan Material Safety Data Sheet (MSDS)/lembar data bahan kimia.
Bahan chemical pembersih yang digunakan dalam pencucian interior kereta, baik kereta berbahan stainless dan bukan stainless steel menggunakan floor cleaner, glass cleaner, dust cleaner dan multi purpose cleaner.
Sedangkan untuk bagian eksterior menggunakan wash shampoo dengan tingkat keasaman tidak kurang dan lebih pH 6-8 yang dipastikan tidak merusak material kereta serta masuk dalam kategori bahan pembersih ramah lingkungan.
Setelah proses pencucian kereta, limbah hasil cuci dialirkan ke saluran air (drainase) yang terhubung dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).
Usai pencucian pada kereta, sebelum kereta digunakan tentunya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kualitas dan kebersihan oleh pengawas UPT kebersihan dan fasilitas pelayanan menggunakan form/checklist penilaian yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Saat ini KAI telah melakukan berbagai inovasi sebagai langkah dalam mengoptimalkan proses pencucian kereta dengan menggunakan peralatan jet cleaner high pressure dan telah menyusun kajian untuk pembuatan Automatic Train Wash (ATW) di beberapa stabling pencucian kereta.
Joni mengatakan proses cuci kereta tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi upaya untuk menjaga standar kebersihan dan kenyamanan dalam layanan transportasi kereta api terlebih KAI terus berinovasi dalam menghadirkan rangkaian kereta terbaru yang tentunya dengan kenyamanan lebih baik.
"Dengan komitmen yang kuat terhadap kebersihan, penggunaan teknologi modern, dan perhatian terhadap lingkungan, KAI terus memastikan bahwa setiap perjalanan dengan kereta api adalah pengalaman yang aman, nyaman, dan bersih bagi semua penumpang," tutupnya.