Selanjutnya untuk penyerapan hasil panen dilakukan kerja sama dengan Pro Pak Tani dan pihak TNI AD, dalam hal ini Kostrad.
“Panen bersama kita lakukan melalui mekanisme mekanisasi.
Baca Juga: PANGKOSTRAD Dukung Penuh Lumbung Pangan Sang Hyang Seri Melalui Penanaman Perdana Budidaya Padi
"Adapun varietas yang digunakan pada budidaya kali ini yaitu Inpari 32,” jelasnya.
Frans menambahkan, sebagai bentuk keberlanjutan kerja sama serta serta dalam rangka meningkatkan produksi, setelah panen bersama langsung dilakukan penanaman budidaya padi tahap ke-2.
“Usai panen kami bersama KSAD dan Pangkostrad langsung melakukan penanaman bersama budidaya padi tahap kedua.
"Ini sekaligus menandai dimulainya pembudidayaan tahap lanjutan yang diharapkan dapat menghasilkan produksi dan produktivitas yang lebih tinggi,” terangnya.
Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan (Hanpangan) yang dilakukan TNI AD untuk membantu pemerintah guna mengurangi impor beras dan komoditi pangan lainnya.
Selain itu, langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden RI untuk membantu kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan lahan-lahan kosong untuk ditanami tanaman pangan.
“Kegiatan Panen raya padi ini merupakan wujud nyata dari prajurit TNI AD dalam mengelola lahan-lahan pertanian di wilayah.
"Jajaran TNI AD bekerja sama dengan seluruh stakeholder di wilayah untuk menyukseskan program pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya krisis pangan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Direktur Utama SHS Adhi Cahyono Nugroho, dan PJ Bupati Subang.