Adapun tujuannya, lanjut dia, untuk menciptakan lingkungan kerja yang transparan dengan menjunjung etika dan integritas, serta memastikan pengelolaan risiko yang lebih efektif.
“Jasa Marga konsisten dalam menerapkan GCG pada setiap lini bisnis perusahaan secara professional dengan berlandaskan core value AKHLAK," ungkap Subakti.
Baca Juga: Dibangun di Masa Kolonialisme, 5 Hotel Legendaris di Asia Ini Umurnya Lebih dari 100 tahun
"Implementasi integritas dalam Tata Kelola Perusahaan yang baik tentunya sangat berpengaruh terhadap reputasi perusahaan, terutama dalam upaya menjaga kepercayaan customer, investor, dan para stakeholder serta akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Di sisi lain, lanjut Subakti, Jasa Marga juga terus berupaya membangun lingkungan kerja dengan budaya anti korupsi melalui program internalisasi dan membentuk Duta Anti Korupsi.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan dapat menjadi role model sekaligus promotor anti korupsi di setiap unit kerja, baik di level holding maupun anak perusahaan.
Baca Juga: Lagi, Petugas Security KAI Amankan Barang Tertinggal Milik Penumpang Senilai 24 Juta
“Untuk itulah selama dua hari ke depan, Jasa Marga akan menyelenggarakan Bootcamp Duta Anti Korupsi sebagai media dan sarana pembekalan untuk meningkatkan pemahaman dalam mengidentifikasi, mencegah, dan menanggulangi praktik KKN di lingkungan perusahaan,” tutup Subakti.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Tomi Murtomo mengapresiasi komitmen Jasa Marga dalam membangun budaya anti korupsi.
Tomi menekankan pentingnya pilar-pilar WBS dan peran Duta Anti Korupsi dalam mewujudkan praktik bisnis Perusahaan yang bersih.
“Harapannya dengan adanya WBS terintegrasi ini, Jasa Marga dapat memonitor dan mengevaluasi penerapan sistem yang ada dan setiap individu harus taat terhadap aturan yang berlaku. Duta Anti Korupsi di Jasa Marga inilah yang nantinya akan memahami apa saja tindak pidana korupsi dan pasal-pasal yang menyertainya."
"Sementara itu untuk seluruh karyawan Jasa Marga, mulailah tanamkan prinsip anti korupsi tersebut pada diri sendiri, lalu di ranah keluarga, sehingga bisa menularkan ke lingkungan sekitar kita di tempat kerja,” ujar Tomi.
WBS terintegrasi antara KPK dan Jasa Marga akan memaksimalkan penanganan pengaduan baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka memastikan praktik bisnis yang bersih di lingkungan Jasa Marga Group.
Baca Juga: Pertamina Didorong Jadi Role Model Keterbukaan Informasi Publik Sektor Energi