Proyek yang ditargetkan selesai Oktober 2024 mendatang, digarap melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Basuki Rahmanta Putra dan PT Bina Nusa Lestari (KSO HK-BRP-BNL) dengan porsi Hutama Karya 70%, BRP 15% dan BNL 15%.
Dalam proyek ini, Hutama Karya menggarap beberapa pekerjaan mulai dari persiapan, pembangunan jalan akses bendungan dan jembatan, bendungan utama hingga pembersihan pasca proyek.
Adapun pekerjaan yang telah selesai yakni galian main dam serta jembatan dan jalan akses warga dengan menyisakan sejumlah pekerjaan struktur tubuh bendungan, pengeboran hingga penyuntikan material.
Adjib kembali menjelaskan bahwa untuk menjawab target yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, sejumlah strategi percepatan penyelesaian dilakukan oleh KSO seperti memastikan kebutuhan sumber daya, material dan alat terpenuhi, menambah jam dan tenaga kerja di masing-masing bagian.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Hutama Karya Perpanjang Pengoperasian Dua Jalan Tol di Sumut
Mengontrol dan mengevaluasi target secara intens agar perencanaan dapat tercapai sesuai jadwal, melakukan koordinasi berkala dengan stakeholders yang terlibat agar membantu kelancaran pekerjaan, menciptakan konstruksi ramah lingkungan dan efisien serta didukung penggunaan digital construction.
“Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai target dengan kualitas yang baik serta diharapkan kehadiran bendungan ini menjadi simbol kemajuan pembangunan infrastruktur di daerah Gorontalo dan sekitarnya,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Di sisi lain, Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya mengatakan bahwa pembangunan Bendungan Bulango Ulu merupakan proyek masa depan bagi Gorontalo.
Baca Juga: Kinerja Keuangan Impresif Tahun 2023, Hutama Karya Kantongi Laba Bersih Rp 1,872 Triliun
“Saya memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat Gorontalo agar proyek ini cepat selesai,” ujar Ismail Pakaya.***