Jenis bahan bakar yang digunakan
Lokomotif umumnya menggunakan bahan bakar jenis High Speed Diesel (HSD), namun saat ini beralih ke Bio Solar (B35) untuk mendukung program penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN).
Bio Solar merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari campuran bahan bakar fosil dan bahan organik seperti minyak kelapa sawit atau limbah tumbuhan.
Penggunaan Bio Solar membantu mengurangi jejak karbon dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Lokasi pengisian
Pengisian bahan bakar hanya dapat dilakukan di depo lokomotif, depo kereta, pengawas urusan sarana (PUS), pengawas urusan kereta (PUK), dan di balai yasa yang dilengkapi dengan fasilitas pengisian.
Saat ini terdapat 47 lokasi di wilayah operasional KAI yang memenuhi standar tersebut.
Baca Juga: Periode H-10 hingga H+10 Lebaran, KAI Sukses Layani 4,39 Juta Penumpang
Kapasitas tangki dan jarak tempuh
Kapasitas tangki bahan bakar pada lokomotif bervariasi tergantung pada jenisnya, namun rata-rata berkisar antara 3000-3800 liter.
Untuk lokasi tangki bahan bakar pada lokomotif terletak di bagian tengah bawah.
Pengisian bahan bakar disesuaikan dengan jarak yang akan dilayani oleh kereta api.