rilis-bumn

Peran Holding Ultra Mikro dalam Peningkatan Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 1 Mei 2024 | 06:00 WIB
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari (tengah) di Konferensi Pers Perkembangan Holding Ultra Mikro dan Nasabah Mekaar dalam Rangka Pemberdayaan Perempuan di Media Center Kementerian BUMN, Selasa (30/04). (DOK. BRI)

Kabar BUMN - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk punya target pencapaian 90% dari inklusi keuangan di tahun 2025 dengan target porsi pinjaman untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai 85%.

Sebagai bank yang memiliki fokus bisnis pada segmen UMKM, salah satu strategi BRI mencapai target dengan memanfaatkan sumber pertumbuhan baru yang berasal dari segmen ultra mikro menjadi enabler melalui holding Ultra Mikro.

Demikian ungkap Direktur Bisnis Mikro BRI Supari pada Konferensi Pers Perkembangan Holding Ultra Mikro dan Nasabah Mekaar dalam Rangka Pemberdayaan Perempuan di Media Center Kementerian BUMN pada Selasa (30/04).

Baca Juga: BRI Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Microsoft Guna Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia

Juga hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dan Direktur Bisnis PNM Prasetya Sayekti.

Sejak dibentuknya Holding Ultra Mikro di tahun 2021, BRI bersama PNM serta Pegadaian fokus menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan.

Sebagai informasi, dari 45 juta usaha ultra mikro masih terdapat 18 juta usaha ultra mikro yang masih belum terlayani.

Baca Juga: BRI Gelar Desa BRILiaN 2024 Diawali Kick Off Batch 1, Targetkan 1.000 Desa di Seluruh Indonesia Ikuti Program

Dalam Holding Ultra Mikro, BRI memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kapabilitas nasabah Mikro dan Ultra Mikro di Indonesia.

BRI punya kepemilikan channel, produk, tenaga pemasar serta customer base yang besar, dukungan infrastruktur yang luas, serta sebagai mitra pemerintah dalam implementasi kebijakan keberpihakan kepada nasabah Mikro dan Ultra Mikro.

Dengan terbentuknya holding Ultra Mikro, terdapat pergeseran nasabah yang belum terlayani layanan keuangan formal, dari 14 juta usaha di tahun 2022 menjadi 9 juta nasabah.

Baca Juga: Program BRI Peduli BRInita Jadi Wadah Berkarya Para Wanita Tangguh

Secara nasional, progress inklusi keuangan telah mengalami peningkatan 3,3% menjadi 87,30% diukur dari penggunaan produk dan layanan keuangan.

Sedangkan literasi keuangan di Indonesia mencapai 42,7% dengan peningkatan di indeks pengetahuan produk keuangan, kemampuan berhitung, dan tujuan pengelolaan keuangan.

Halaman:

Tags

Terkini