Adapun, beberapa inisiatif lain yang diterapkan adalah “Integrated Digital Processing,” inisiatif mendigitalisasi proses persetujuan transaksi guna meminimalkan penggunaan kertas dan menekan emisi.
Sementara itu, prakarsa yang dilakukan Region II/Sumatera 2 mengintegrasikan ESG dalam aspek operasionalnya adalah Pemasangan Panel Surya, penggunaan Sistem Water Treatment Plant serta pemilahan sampah organik dan non-organik.
Baca Juga: Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan Tinjau Proses Produksi Alpalhan di PT Pindad
Bank Mandiri juga memiliki inisiatif lainnya yang terus berusaha diterapkan pada gedung dalam wilayah operasional Bank.
Di antaranya adalah menggunakan System Water Recycle with Reverese Osmosis yang dapat mengolah air limbah menjadi air dengan baku mutu standar yang sesuai sehingga dapat digunakan untuk penyiraman tanaman dan chiller pada sistem pendingin udara.
Sistem ini telah diterapkan di Gedung Kantor Pusat, Menara Mandiri Jakarta, dan Wisma Mandiri.
Dengan mengintegrasikan ESG dalam berbagai aspek operasional, bisnis, hingga pengembangan sumber daya manusia (human capital development) secara konsisten, Bank Mandiri berproses semakin dekat untuk mencapai visinya sebagai Indonesia’s Sustainability Champion for a Better Future.***