Ada pula mindful walking meditation yaitu merasakan kesakralan Candi Borobudur melalui pradaksina dan meditasi yang bisa diikuti oleh masyarakat umum di 24-25 Mei 2024.
Baca Juga: InJourney Hospitality Turut Melepas Peserta Mudik Asyik bersama BUMN 2024
Tak terlewatkan dari sebuah perayaan Waisak adalah prosesi pelepasan lampion Waisak.
Pelepasan lampion ini merupakan salah satu prosesi dari ritual yang dilakukan oleh umat Buddha.
“Sebelum menerbangkan lampion, umat Buddha melakukan meditasi terlebih dahulu, pelepasan lampion ini menjadi ritual dan simbolisasi dalam menyalakan cahaya damai dalam diri masing-masing.
Baca Juga: Lewat Program Mudik Gratis, InJourney Group Berangkatkan 2.075 Pemudik dengan Tiga Moda Transportasi
"Kemudian, dengan dilepaskannya lampion menjadi tanda bahwa damai dan kebaikan akan disebarkan kepada dunia,” ungkap Ketua Lampion Waisak 2024, Fatmawati.
Fatmawati juga menuturkan dari 2568 lampion yang disediakan hanya dalam waktu singkat sudah sold out karena animo masyarakat yang luar biasa.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ingin merasakan ritual umat Buddha dalam menjalankan ibadahnya.
Baca Juga: Strategi InJourney Hospitality Antisipasi Lonjakan Okupansi Hotel Di Hari Raya Idul Fitri 1445 H
"Namun karena keterbatasan tempat dan juga kita harus menjaga kesakralan ibadah umat, maka dengan berat hati kami batasi demi kekhidmatan prosesi peringatan Waisak.
"Terlebih tahun ini waktunya sangat singkat mengingat detik-detik Waisak akan jatuh pada malam hari,” tambah Fatmawati.
Setiap perayaan Waisak ini meninggalkan kesan mendalam bagi Wakil Ketua Panitia Nasional Waisak, YN Bhikku Dhammavudo Tera.
Ia mengatakan bahwa perayaan Waisak di Candi Borobudur selalu menjadi penuh makna.