Seperti Prabaha Samanera atau pembentukan karakter umat Buddha untuk melepaskan keduniawian, meditasi, pradaksina atau tradisi meditasi mengelilingi Candi Borobudur tiga kali searah jarum jam, dan sebagainya.
“Perayaan Waisak dari tahun ke tahun mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian sekitar seperti hotel maupun penginapan dan juga rumah penduduk yang dijadikan sebagai homestay.
"Terlebih momentum Waisak tahun ini jatuh pada long weekend sehingga kita targetkan pengunjung yang datang mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Dukung Gerakan “INJOURNEY GREEN”, PT Sarinah Tanam 200 Pohon dan Bangun ESG Corner
"Namun demikian, kami tetap fokus agar perayaan Waisak ini dapat terjaga kesakralan dan kehikmatannya melalui doa bersama beserta seluruh rangkaian ritualnya,” ujar Hetty Herawati, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management.
Hadir dalam Konferensi Pers (8/5), perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakarat Buddha, Triroso.
Ia mengungkapkan bahwa peringatan Waisak di Candi Borobudur merupakan salah satu agenda besar bagi umat Buddha yang menarik animo masyarakat luas serta wisatawan dari berbagai negara.
Baca Juga: Bangun Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan, HIN Dukung Gerakan InJourney Green
“Kami berharap perayaan Waisak tahun ini dapat berjalan lebih sakral dan lebih khidmat.
"Kami juga mengapresiasi dan mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Walubi dan InJourney dalam penyelenggaraan momentum Waisak ini serta segala upayanya dalam memperkuat positioning Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata spiritual bagi umat Buddha dunia,” katanya.
Perayaan Waisak di Candi Borobudur rencananya akan dihadiri ribuan pengikut dari tiga aliran besar (Mahayana, Theravada, dan Tantrayana).
Baca Juga: Gerakan InJourney Green, ITDC Tanam Pohon di KEK Mandalika
Setiap aliran menyelenggarakan acara spiritual dan budaya di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur.
Rangkaian kegiatan Waisak di Candi Borobudur dan sekitarnya akan dilaksanakan secara hybrid (offline dan online).
Diperkirakan puluhan ribu umat Buddha dari dalam maupun luar negeri akan hadir di Candi Borobudur untuk merayakan Waisak.