“Selain itu, ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon mulai dari Rp 100 Juta hingga Rp 500 Juta, serta Kredit Warlaba untuk pemilik franchise,” kata wanita yang akrab disapa Tika ini.
Ia menambahkan, BRI juga memiliki Program Merchant Loan 2.0 dengan suku bunga dan penawaran yang menarik.
Semenara CEO Kemayu, Retno Intansari Rahmawati menceritakan bahwa Dhawet Kemayu merupakan pionir dawet premium non-santan di Indonesia, telah tumbuh menjadi 429 outlet di lebih dari 40 kota.
“Sempat terpuruk pada masa pandemi, Dhawet Kemayu kembali bangkit pada tahun 2021 atas dukungan permodalan dari BRI mampu membawanya mengembangkan bisnis dari gerobak menjadi franchise.
“Model bisnisnya meliputi Franchise Fee, penjualan bahan baku, revenue dari outlet milik sendiri, dan Master Franchise fee.
“Bisnis ini juga memiliki kemitraan, distributor bahan baku, dan produk RTD Dhawet Kaleng yang siap ekspor,” paparnya.
Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber.
Salah satunya dari Herina selaku pelaku usaha dengan produk Dendeng Pucuk Ubi Wak Idah.
Secara langsung beliau menanyakan kepada Pak Ufo selaku CEO Haus Indonesia mengenai bagaimana cara pengembangan bisnisnya supaya bisa diarahkan menuju franchise dengan produk yang unik.
“Webinar #SMEstaTalks tentang Keberanian Mengembangkan Bisnis menuju Franchise sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM dalam menambah pengetahuan usaha Franchise!
Baca Juga: Program BRI Peduli Ini Sekolahku: Menyokong Pendidikan Berkualitas di Indonesia
“Tak hanya itu, kami juga dapat mengetahui berbagai jenis Pinjaman BRI yang bisa membantu Kemajuan UMKM.
“Senang sekali kami juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan Narasumber kece, Pak Gufron Syarif selaku CEO Haus yang merupakan pengalaman sangat berharga bagi saya,” paparnya.***