Sejumlah portofolio bisnis menjadi prioritas strategis Pertamina NRE, antara lain gas to power, geothermal, efisiensi energi, hidrogen bersih, dan energi terbarukan lainnya seperti tenaga surya, angin, dan biomassa.
Baca Juga: Pertamina NRE dan VKTR Sepakat Kembangkan e-Mobility as a Service (e-MaaS) di Indonesia
Selain itu terdapat juga bisnis baterai, bisnis karbon, serta bioethanol.
Pada tahun 2029 Pertamina NRE menargetkan kapasitas terpasang dari geothermal dan energi terbarukan lainnya mencapai sekitar 6 gigawatt (GW), kapasitas produksi bioethanol mencapai sekitar 630 ribu kilo liter (KL), kapasitas produksi hidrogen bersih mencapai sekitar 77 ribu ton per tahun (ktpa), dan kurang lebih 19 juta ton CO2 kredit karbon diperdagangkan.
Beberapa inisiatif Pertamina yang dapat mendorong dekarbonisasi cukup signifikan untuk sektor hulu migas dan sektor industri lainnya antara lain efisiensi energi, carbon capture and storage (CCS/CCUS), serta kredit karbon berbasis solusi alam (nature based solutions/NBS) maupun berbasis teknologi.
Baca Juga: Konsisten Dukung Dekarbonisasi, Pertamina NRE Sepakati Komersialisasi Kredit Karbon Bersama PTPN III
Khusus untuk kredit karbon, Pertamina NRE telah memperdagangkannya di bursa karbon dan transaksi perdagangan telah mencapai total volume sekitar 561 ribu ton CO2 hingga saat ini.
Pembeli kredit karbon berasal dari sektor industri pertambangan, perbankan, maupun penerbangan.
Untuk geothermal, Pertamina NRE melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) menargetkan kapasitas terpasang dari area geothermal yang dioperasikan sendiri mencapai 1,4 GW pada tahun 2029.
Baca Juga: Kerja Sama Kembangkan EBT dan Smart Grid, Pertamina NRE - Huawei Teken Nota Kesepahaman
Saat ini kapasitas terpasang geothermal PGE mencapai 672 MW dan akan meningkatkannya secara agresif baik secara organik maupun anorganik.
Pertamina NRE juga ke depan akan menjadi pemasok bioethanol untuk bahan bakar nabati yang diproduksi Pertamina, yaitu Pertamax Green.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, diproyeksikan permintaan Pertamax Green pada tahun 2034 mencapai 51 juta KL.
Baca Juga: CEO Pertamina NRE Raih Indonesian Executive of The Year di Asian Management Excellence Awards
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyatakan bahwa Pertamina mendukung penuh target Pemerintah mencapai target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.