“Ini langkah konkrit pemerintah di mana tata kelola yang dilakukan pemerintah sudah sangat baik.
"Ini juga wujud bahwa negara hadir untuk menjaga daya beli dan memperoleh pelayanan listrik yang berkesinambungan,” ujar Darmawan.
Sepanjang tahun 2023 PLN melakukan extraordinary effort untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan PLN dengan melakukan upaya efisiensi.
PLN memiliki program Cash War Room (CWR) yang berfokus pada penguatan manajemen keuangan secara komprehensif, baik dari sisi pengendalian anggaran dan performance, pengelolaan likuiditas dan manajemen utang, maupun pengelolaan valuasi aset.
Baca Juga: PLN dan Pemerintah Ajak Komunitas Global Danai Transisi Energi di Forum Ekonomi Tri Hita Karana
Pada tahun 2024, CWR mulai menambahkan fokus pada upaya peningkatan top line melalui optimasi penjualan dan distribusi.
“Dengan program ini kami betul-betul punya visibility, baik itu revenue maupun pengeluaran cost kami, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang.
"Sehingga pengelolaan keuangan lebih optimal dan efisien,” tambah Darmawan.
Baca Juga: Kurangi Emisi Karbon di Tanah Air, PLN Sabet Penghargaan Best Impact in Environment of The Year
Meskipun dihadapkan berbagai tantangan perekonomian, PLN tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan kinerja.
Ini tercermin dari realisasi penjualan listrik PLN sepanjang tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan positif.
Penjualan listrik PLN pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 285,23 Terrawatt hour (TWh).
Baca Juga: Diiringi Harapan dan Doa, PLN Icon Plus Lepas Tujuh Calon Jamaah yang Melaksanakan Ibadah Haji
Realisasi penjualan ini tumbuh 5,32 persen year on year (yoy) dari tahun 2022 sebesar 270,82 TWh.