"Ini sesuatu yang luar biasa karena menunjukkan sebuah harmoni yang indah di tengah keberagaman di Indonesia," tambahnya.
"Kesuksesan ini sekaligus mengukuhkan posisi Candi Borobudur sebagai salah satu episentrum umat buddha dunia yang menarik minat wisata religi atau spiritual tourism dari wisatawan di berbagai belahan dunia,” tandas dia.
Puncak perayaan diramaikan dengan acara Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, peringatan detik-detik Waisak, pradaksina Candi Borobudur, dan pelepasan lampion Waisak.
Baca Juga: Kemendag dan Pertamina Patra Niaga Berkomitmen Awasi Pengisian LPG di SPBE
Ada pula agenda melakukan mindful walking meditation yaitu merasakan kesakralan Candi Borobudur melalui pradaksina dan meditasi yang dapat diikuti oleh masyarakat umum pada 24-25 Mei 2024.
"Selama perayaan Waisak dan libur cuti bersama kali ini Candi Borobudur mencatatkan kunjungan lebih dari 75 ribu atau meningkat 63% dari tahun sebelumnya," sebut Hetty Herawati, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management.
"Kami juga mendapatkan banyak respon positif dari pengunjung terkait pelaksanaan Waisak dan pelepasan Lampion yang tahun ini dinilai lebih khidmat, termasuk beberapa side-event yang dihadirkan untuk mengisi libur long weekend Waisak," tambah dia.
Menurut Hetty, peningkatan kunjungan ke Borobudur dalam event Waisak ini juga meningkatkan impact ekonomi ke masyarakat sekitar.
"Tiket pesawat kereta, hotel dan homestay di sekitar Borobudur terjual habis, bahkan peningkatan okupansi hotel juga terjadi di Jogja dan sekitarnya," ujarnya.
Hetty menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mendorong event & program berbasis spiritual di Borobudur sebagai upaya memperkuat potensinya sebagai destinasi spiritual dan epicentrum Buddha dunia.
Lebih lanjut, Maya mengucapkan terima kasih atas antusiasme warga alam perayaan Waisak di Candi Borobudur.