“TIP Tol Bengkulu-Taba Penanjung ini mengusung arsitektur bernuansa Bumi Raflesia, dengan memadupadankan motif Tabot dan ornamen Bunga Raflesia pada arsitektur, serta motif Lebah Bergayut dalam desain listplank,” jelas Aji.
Dari sisi fasilitas, terdapat dua tipe TIP yang dikerjakan oleh HKI.
Secara umum, baik TIP tipe A dan tipe B akan memiliki fasilitas penunjang yang sama berupa toilet umum dan toilet penyandang disabilitas yang lengkap dengan ramp dan rail difabel, masjid, pujasera, stand UMKM, dan minimarket.
Perbedaan TIP Tipe A dan Tipe B terletak pada ketersediaan lahan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan kapasitas fasilitas parkir.
Baca Juga: Dukung Pembangunan Infrastruktur Air, Hutama Karya Turut Hadir dalam Gelaran World Water Forum ke-10
“Pada TIP tipe A akan tersedia lahan untuk SPBU, dengan fasilitas parkir yang memuat 50 kendaraan besar dan 200 kendaraan kecil.
"Sementara untuk TIP Tipe B, kapasitas fasilitas parkirnya lebih kecil, yakni 25 kendaraan besar dan 200 kendaraan kecil, serta tidak terdapat lahan untuk SPBU,” jelas Aji.
Adanya TIP di tiga ruas tol JTTS ini akan memberikan manfaat yang cukup besar.
Baca Juga: Dukung Pembangunan Infrastruktur Air, Hutama Karya Hadir di World Water Forum Ke-10
Dari sisi ekonomi, secara total tiga TIP ini dapat mengakomodir 319 tenant dengan lebih dari 50% tenant untuk UMKM.
Sementara dari sisi pemberdayaan masyarakat, TIP ini juga akan membuka peluang lapangan pekerjaan baru, utamanya bagi warga sekitar untuk terlibat dalam operasional TIP sehari hari.
“Kami berharap pembangunan tiga paket pekerjaan TIP ini dapat selesai tepat waktu sehingga bisa digunakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Baca Juga: Sudah Mencapai Lebih dari 61%, Hutama Karya Pastikan Tol Padang Sicincin Semakin Progresif
"Dengan demikian masyarakat yang melintasi JTTS dapat menggunakan fasilitas rest area, sehingga membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,” tutup Aji.