Serta berbagai penelitian yang mencakup aspek keberlanjutan, seperti penelitian mineral kritis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendukung transformasi eksplorasi sumber daya berkelanjutan.
Kedua aspek tersebut menunjukkan bahwa kerjasama yang terjalin di antara Pertamina dengan Bakrie Group selalu mengutamakan komitmen terhadap upaya mewujudkan pembangunan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Baca Juga: Cetak Rekor Jumlah Pengguna Tertinggi di Bulan Mei, LRT Jabodebek Berhasil Layani 1,7 Juta Pengguna
Dalam hal ini, Pertamina turut melibatkan Anak Perusahaan Portofolionya, PT Patra Jasa yang berperan dalam mengembangkan Nusantara Sustainability Hub tersebut.
Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa Pertamina melalui Patra Jasa akan membangun Nusantara Sustainability Hub secara bertahap, untuk mengembangkan aspek sustainability di IKN, sekaligus menghadirkan pusat riset dan inovasi bertaraf internasional di bidang keberlanjutan dan teknologi rendah karbon.
“Kami berharap, Nusantara Sustainability Hub ini bisa menjadi wadah untuk berbagai inisiasi, brainstorming, serta pengembangan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak," sebut Nicke.
"Pada akhirnya Pertamina berupaya mewujudkan energi ramah lingkungan yang akan dimanfaatkan secara optimal di IKN."
Baca Juga: KAI Sebar Diskon Tiket Kereta Api pada 3 Event Spesial di Bandung dan Jakarta, Siap-siap Berburu!
"Untuk mendukung rencana tersebut, Pertamina mengapresiasi pihak Otoritas Ibu Kota Nusantara dan Bakrie Grup yang telah mengawali kerjasama sinergi dengan Pertamina,” imbuh Nicke.
Anindya Bakrie, selaku CEO dari Bakrie & Brothers menyampaikan bahwa dengan kemitraan Indonesia dengan Stanford Doerr School of Sustainability, IISI akan menjadi cikal bakal sekolah keberlanjutan pertama di Indonesia dan berperan penting dalam mempromosikan Nusantara IKN sebagai Silicon Valley Hijau di Asia Tenggara.
IISI dan Nusantara Sustainability Hub juga diharapkan akan menjadi bagian dari perjalanan transformasi Indonesia tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mindset, yang dapat menjadi tonggak peradaban baru di Indonesia, yang makmur, adil, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Hilangkan Rasa Bosan dengan Piknik Seru di Potrobayan Jogja, Pemandangannya Sungai Opak
Dengan menghubungkan pusat R&D ini ke ekosistem inovasi dan keberlanjutan, IISI akan mendorong pengembangan penelitian mineral kritis dan teknologi eksplorasi berbasis Artificial Intelligence melalui kerjasama dengan Stanford Mineral-X, dan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah dengan mengutamakan prinsip keberlanjutan.
“Dengan menjajaki kemitraan Indonesia dengan Stanford Doerr School of Sustainability, kita tidak hanya akan membangun institut," ujarnya.
"Tetapi, kita juga membangun ekosistem yang mendukung inovasi, dengan memanfaatkan kekuatan kemitraan publik-swasta yang kuat melalui kerja sama antara Bakrie Group dan kelompok usaha lainnya, dengan Pertamina dan Otorita Ibu Kota Nusantara untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” jelas Anindya Bakrie.