Pembangunan Berkelanjutan, mendukung persyaratan peraturan Indonesia mengenai konten lokal, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan yang dihelat di Kantor Cape EMS Berhard, Johor Bahru, Johor, Malaysia itu mendapatkan dukungan penuh dari kedua belah pihak.
Hal ini direpresentasikan melalui kehadiran Acting Head of Mission of the Indonesian Consulate General in Johor Bahru Andreza Sethia Dasuki, Member of the Johor State Legislative Assembly Yang Berhormat Liow Cai Tung, Chairman Cape EMS Berhard Datuk Rabin Bin Basir.
Kemudian Chief Executive Officer Cape EMS Berhard Christina Tee yang akan menjalankan peran dalam produksi dan jaminan kualitas perangkat, Chief Technology Officer Edward Ho, Deputy Executive General Manager PT INTI (Persero) Herwan Herwansyah, serta pejabat struktural dari semua pihak yang berkepentingan.
Baca Juga: Hemat 30 Persen, Pesan Tiket Liburan ke Taman Wisata Candi di Livin' Sukha Sebelum Kehabisan
Sementara itu, Chief Executive Officer iConn Networks, Inc. DBA LigoWave Turker Hidirlar menekankan bahwa kemitraan ini memiliki peranan penting dalam peningkatan konektivitas di Indonesia, karena menjadi tonggak penting dalam menghadirkan solusi telekomunikasi mutakhir ke Indonesia.
“By localizing production and collaborating with PT INTI (Persero), kami berkomitmen untuk mendukung infrastruktur teknologi dan mendorong inovasi di kawasan Indonesia,” tuturnya.
Saat ini, pemerintah telah menyusun arah transformasi digital 2024 dengan target pertumbuhan ekonomi digital sebesar 3,17% hingga 4,66%.
Baca Juga: Olah Daging Kurban Jadi Tongseng Kambing Khas Solo, Simak Resep Lengkap Beserta Cara Memasaknya
Selain itu, berdasarkan rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) memasang asumsi kontribusi ekonomi digital pada tahun 2024 sebesar 4,66%.
Serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) informasi dan telekomunikasi pada tahun 2024 pertumbuhan PDB ditargetkan sebesar 7,54%-8,78%.
Berbekal rancangan transformasi digital 5 tahun tersebut, peringkat pada Kemudahan Berusaha di Indonesia atau Ease on Doing Business (EoDB) Indonesia pada tahun 2024 sudah menduduki peringkat ke-40.
Namun, target tersebut masih harus dibarengi dengan upaya pemenuhan infrastruktur telekomunikasi yang mapan di berbagai wilayah.
Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Undi-Undi Hepi Telkomsel Periode Juni 2024 untuk Menang Suzuki XL 7 Zeta
Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) terus menggenjot pemerataan akses telekomunikasi dan informasi di seluruh Indonesia, khususnya di daerah tertinggal dan terpencil .