Salah satu yang diupayakan untuk melakukan hal tersebut yaitu melalui peluncuran Satelit Satria 1 BAKTI yang dirancang sebagai Broadband Satellite untuk memberikan layanan akses internet cepat.
Layanan ini disebut dapat menjadi solusi untuk titik layanan publik pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan yang belum terjangkau akses internet cepat melalui jaringan kabel serat optik atau base tranceiver station (BTS).
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Satelit Satria 1 BAKTI memiliki kapasitas total sebesar 150 Gbps untuk 150.000 titik layanan, dengan setiap titik memerlukan dua titik akses.
Pada tahun 2023, instalasi satelit ini tercatat telah memiliki sebanyak 14.357 titik layanan terpasang, sehingga menyisakan 134.743 titik layanan.
Rencananya, pada tahun 2024 , BAKTI berencana memasang 29.094 titik layanan dengan lima jenis titik akses yang direkomendasikan.
Terkait hal tersebut, PT INTI (Persero) bersama LigoWave berencana untuk menyediakan perangkat keras konektivitas untuk titik layanan tersebut, dengan setiap titik layanan memiliki dua perangkat titik akses dari hasil produksi PT INTI (Persero) dan LigoWave.
Hal ini akan menempatkan titik akses tersebut sebagai perangkat utama untuk semua titik layanan, khususnya yang bertujuan untuk memenuhi permintaan lebih dari 260.000 perangkat yang diperlukan untuk 134.743 titik layanan.
Harapannya, Senior Vice President Corporate Secretary PT INTI (Persero) Delvia Damayanti menyebutkan, kolaborasi kedua belah pihak tersebut dapat membantu BAKTI untuk memperluas akses telekomunikasi dan informasi di seluruh Indonesia, khususnya di daerah tertinggal dan terpencil.***