rilis-bumn

Manfaatkan Potensi Lokal, PLN Gandeng Pemda Jeneponto Olah Limbah Jagung Jadi Bahan Co-Firing PLTU

Sabtu, 15 Juni 2024 | 16:30 WIB
Proses pencampuran biomassa _co-firing_ dengan batu bara di PLTU. Melalui _co-firing,_ PLN Nusantara Power dapat mereduksi emisi gas karbon dan menghasilkan energi hijau. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Pesero) terus aktif memanfaatkan biomassa sebagai bahan co-firing untuk pembangkit listrik.

Salah satunya diterapkan subholding PLN Nusantara Power (NP) yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan limbah produksi jagung menjadi bahan biomassa.

Limbah jagung tersebut digunakan sebagai bahan co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya.

Baca Juga: Epic Comeback, Jakarta Electric PLN Libas Pemuncak Klasemen Proliga, Peluang ke Final Four Makin Lebar

Sebagai informasi, co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran PLTU di mana sebagian batu bara yang dijadikan bahan bakar diganti dengan bahan lainnya, yang dalam konteks ini adalah biomassa sehingga dapat menekan emisi gas buang.

Sebelumnya, PLTU Punagaya telah menggunakan co-firing yang berasal dari sawdust dan woodchip.

Penjabat Bupati (Pj Bupati) Jeneponto, Junaedi Bakri menyampaikan potensi wilayahnya sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: PT PLN Batam Buka Lowongan Magang Khusus Fresh Graduate, Dapat Uang Saku dan Sertifikat Resmi Kementerian BUMN

Berdasarkan data yang ada, dengan luas lahan tanam jagung mencapai 60.165 hektare dan produksi jagung di tahun 2022 mencapai 418 ribu ton, wilayah ini memiliki andil besar terhadap suplai jagung nasional.

Dia pun mengapresiasi PLN Nusantara Power yang telah mengambil langkah tepat dalam memanfaatkan limbah bonggol jagung yang berlimpah tersebut.

Langkah nyata itu pun membuat produksi lebih bermanfaat untuk energi hijau.

Baca Juga: PLN Batam Buka Lowongan Magang Juni 2024 Bagi Fresh Graduate, Per Hari Kerja Dibekali Uang Saku Rp125 Ribu

"Saya melihat ada potensi besar yang dapat dimanfaatkan PLN Nusantara Power dalam mengolah limbah bonggol jagung sebagai bahan biomassa.

"Saya berharap agar limbah ini dapat terserap paling tidak 20% dari total produksi jagung," ujar Junaedi Bakri.

Halaman:

Tags

Terkini