Pada periode yang sama, progres pengerjaan Junction Palembang telah mencapai 26,48%, dengan progress pengadaan lahan sebesar 83,94%.
Baca Juga: Hutama Karya Genjot Penyelesaian Tol dan Bendungan Proyek Strategis Nasional di 2024!
Dari segi teknis, proyek ini dilengkapi dengan lebar lajur 4 m, dan kecepatan rencana 40-60 km/jam.
Nantinya akan menghubungkan sejumlah jalan tol yang telah beroperasi di Provinsi Sumatera Selatan seperti jalan tol Kayu Agung – Palembang, Palembang – Indralaya, Indralaya – Prabumulih, dan Palembang – Betung.
Proyek Jalan Tol Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru melewati berbagai macam medan dari perbukitan, rawa dan sungai.
Baca Juga: Hutama Karya Perpanjang dan Tingkatkan Fasilitas Jalan Tol di Sumatra Utara
Dalam proses konstruksinya membutuhkan berbagai jenis soil improvement yang diterapkan dalam perbaikan tanah dasar untuk badan jalan.
Sementara tantangan pada proyek Junction Palembang didominasi oleh struktur menggunakan pile slab dan jembatan tinggi dimana trase tersebut melintasi jalan tol eksisting yang beroperasi.
Sehingga untuk menjawab tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan penggunaan digitalisasi konstruksi pada seluruh tahapannya, mulai dari perencanaan, konstruksi, bahkan pengarsipan data.
Berbagai teknologi yang digunakan meliputi BIM (Building Information Modeling), TLS (Terrestrial Laser Scanning), GIS Dashboard, Video Surveillance, HK Automate, Photogrammetry.
“Implementasi digital construction ini bermanfaat ganda bagi pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh HK seperti memungkinkan perencanaan dan desain yang lebih akurat, memberikan visualisasi konstruksi yang akan membantu mengidentifikasi potensi masalah serta mengurangi risiko human error,” tutup Adjib.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.030 km, termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi.
Untuk ruas tol Konstruksi 230 km dan 800 km ruas tol Operasi.