Pemeringkatan ini mencakup perusahaan-perusahaan dari 7 negara Asia Tenggara yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, dan Kamboja.
Indonesia sendiri mendominasi dengan 110 perusahaan. Thailand menyusul dengan 107 perusahaan. Malaysia, dengan 89 perusahaan dan Singapura dengan 84 perusahaan.
Selain itu, Vietnam memiliki 70 perusahaan dalam daftar, Filipina dengan 38 perusahaan, dan Kamboja dengan 2 perusahaan.
“Fortune Southeast Asia 500 merefleksikan wilayah Asia Tenggara yang dinamis dan cepat berubah, wilayah yang perekonomian utamanya tumbuh lebih cepat dibandingkan Eropa atau Amerika Serikat,” kata Editor Eksekutif Fortune Asia, Clay Chandler.
Hal ini, ia menambahkan, sebagian disebabkan oleh peran Asia Tenggara yang jauh lebih penting dalam perekonomian global.
Salah satunya karena sejumlah perusahaan multinasional Global 500 telah mengalihkan lebih banyak rantai pasokan mereka ke negara-negara Asia Tenggara.***