Selain itu, Pertamina juga terus meningkatkan cadangan migas baru baik dari blok migas eksisting maupun blok migas baru.
“Ini luar biasa, untuk meningkatkan produksi migas, Pertamina melakukan pengeboran sebanyak 800-an sumur baru. Karena itu, 62 persen investasi Pertamina dilakukan di upstream," imbuh Nicke.
Kinerja cemerlang juga ditunjukkan sektor pengolahan, Subholding Refining & Petrochemical Pertamina terus menjaga produktivitas kilang dengan kapasitas 1,025 juta barel per hari.
Kinerja ini menjadi luar biasa, karena sepanjang tahun 2023 operasional kilang berjalan tanpa pemberhentian operasi yang tidak direncanakan (Unplanned Shutdown).
"Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, tapi proses selama lima tahun dimana Pertamina telah melakukan revamping kilang, " imbuh Nicke.
Pertamina juga telah menjalankan 9 proyek peningkatan produktivitas, efisiensi energi dan menambah kapasitas kilang.
Di hilir, tambah Nicke, dengan digitalisasi Subholding Commercial & Trading Pertamina berhasil mengendalikan kuota BBM dan LPG bersubsidi dan meningkatkan penjualan BBM Non Subsidi sebesar 2 persen yang sebagian besar adalah industri.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Kota Penyelenggara Euro 2024, Berlin, Kebanyakan Bangunan yang Penuh Sejarah
"Artinya ini produktif mendorong industri untuk tumbuh lebih baik," tandas Nicke.
Untuk bisnis pengangkutan, Integrated Marine & Logistic Subholding Pertamina telah mengoperasikan 760 kapal dengan terus melakukan ekspansi bisnis Internasional.
Saat ini, melalui PIS, Pertamina telah memiliki 50 rute pelayaran internasional.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, PHE ONWJ Ajak Guru di Kepulauan Seribu Susun Modul Kemaritiman
Pada tahun 2023, volume yang diangkut mencapai 161 juta KL, naik 3 persen dibanding tahun 2022.