Neneng juga menjual peyek kemasan toples 5 liter seharga Rp40 ribu.
Baca Juga: PT PAL Indonesia dan Universitas Hasanuddin Perkuat Kerja Sama dalam Teknologi Maritim
Menariknya, Neneng juga menerima pesanan dimsum. Biasanya, yang pesan adalah mahasiswa dari kampus sekitar tempat usahanya di Jakarta Timur.
Semua makanan biasanya dipesan lebih dulu oleh pembeli lewat WhatsApp.
Sementara untuk baju, Neneng juga mengaku dagangannya cepat laku. Ia biasanya mengambil pakaian dari pasar atau toko yang lebih besar, kemudian memasarkannya ke orang-orang dengan sistem kredit tempo sebulan saja.
Baca Juga: Pindad Perkuat Kerja Sama dengan Nexter KNDS di Eurosatory 2024 Paris: Buka Peluang di Bidang MKB
Apalagi Neneng juga mengungkapkan jika ia tak mengambil keuntungan yang terlalu besar dari jualan baju ini, sehingga banyak orang yang tertarik beli baju ke dia. Berkat pinjaman modal dari PNM Mekaar, omzet usaha Neneng pun kini meningkat.
“Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, saya tak hanya mendapatkan pinjaman modal usaha, tetapi jadi kenal dengan anggota PNM Mekaar lainnya. Lewat kelompok atau komunitas seperti ini, saya jadi bisa memperluas pemasaran dan membuat pembeli saya jadi bertambah.
"Bahkan, banyak juga ibu-ibu anggota PNM Mekaar yang ikut memesan kue kering hingga baju ke saya. Dengan pendapatan yang semakin meningkat, kini saya bisa meraih omzet usaha di atas Rp5 juta per bulannya,” tambahnya.
Baca Juga: Kembangkan Pabrik Baru, Pupuk Kujang Sepakati MoU dengan HCML Terkait Pemanfaatan Pipa Cisem
Neneng pun merasa bersyukur, karena berkat modal pinjaman dari PNM Mekaar ia bisa kembali menjalankan usaha dengan lebih baik. Hal itu bahkan diakui Neneng sangat berdampak pada perekonomian keluarganya.
Salah satunya, ia bisa menyekolahkan anaknya tanpa kendala biaya sama sekali.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI, mengungkapkan, komitmen BRI, PNM, dan Pegadaian dalam mengembangkan ekonomi di tingkat grassroot melalui Holding Ultra Mikro (UMi) menjadi contoh nyata bahwa transformasi ekonomi sejati dimulai dari bawah.
Dengan terus memberdayakan pelaku usaha mikro, mereka bukan hanya menjadi agen pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga turut serta dalam pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh.