"Sehingga mereka mampu mengelola sumber daya yang mereka miliki untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya,” ujar Fadjar.
Fadjar juga menuturkan bahwa Pertamina mengembangkan inisiatif perubahan iklim dengan melakukan dekarbonisasi dan transisi energi di seluruh lini Perusahaan.
“Pada tahun 2023, realisasi reduksi emisi scope 1 & 2 Pertamina mencapai 124% dari target.
"Pertamina berhasil melakukan dekarbonisasi sebesar 1,13 juta ton CO2e dari target 910 ribu ton CO2e,” imbuhnya.
Sejalan dengan aksi mitigasi tersebut, salah satu program yang mendapatkan penghargaan kategori Platinum yaitu Program Desa Energi Berdikari (DEB).
Dalam program ini para masyarakat diberikan akses energi bersih untuk mendukung usaha UMKM yang dijalankan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di pedesaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menyampaikan saat ini program DEB sudah berjalan di 85 program, dan mempunyai dampak positif pada 5.413 Kepala Keluarga (KK) didalamnya termasuk 30 orang penerima manfaat disabilitas dan menyumbang pengurangan karbon sebesar 729.127 tonCo²eq/tahun.
“Program DEB ini bahkan telah memberikan multiplier effect melalui peningkatan ekonomi masyarakat mencapai Rp 2.8 miliar/tahun,” ujar Fajriyah.
Salah satu program pemberdayaan Pertamina group yang mendapat penghargaan Platinum pada ISRA 2024 yaitu program Pertanian Hortikultura di lahan Gambut yang merupakan binaan dari RU II Sungai Pakning.
Program ini memberikan solusi kepada masyarakat di Kabupaten Bengkalis untuk bisa bercocok tanam di lahan gambut serta memanfaatkan energi bersih sebagai energi untuk mesin pompa air.
Baca Juga: Dukung Pertamina Pemred Gathering 2024, Pelita Air Layani Pemred Media Nasional Terbang ke Bali
Selain itu, pada kesempatan yang sama, Pertamina Grup juga meraih Social Responsibility Person of the Year versi ISRA Awards 2024, yang diraih Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi Tbk, Julfi Hadi.***