rilis-bumn

Bio Farma Dipercaya untuk Berbagi Ilmu kepada 10 Delegasi OIC Comstech 2024

Selasa, 2 Juli 2024 | 19:45 WIB
Bio Farma ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI untuk berbagi ilmu kepada 10 delegasi di OIC Comstech 2024 pada 4 sampai 12 Juli 2024. (Dok. Bio Farma)

Baca Juga: Dieng Culture Festival 2024: Harga dan Cara Beli Tiketnya!

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia melalui diplomasi Kesehatan, serta menjadi ajang untuk mendorong Kerjasama yang baik antar negara sahabat."

"Selain itu, program fellowship ini merupakan komitmen Bio Farma dalam mendukung program Kementerian Kesehatan sebagai Center of Excellence (CoE) produk bioteknologi dan vaksin bagi negara-negara OKI dalam membangun kemandirian dalam produksi vaksin,” ungkap Shadiq.

Sementara itu, Direktur Produksi & Supply Chain Bio Farma, Iin Susanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi program Diplomasi Kesehatan Indonesia.

Baca Juga: Membanggakan! Direksi Pertamina Raih Penghargaan di 2 Ajang Internasional

“Kami menyadari bahwa negara-negara anggota OIC, memiliki tujuan yang sama, untuk mencapai ilmu pengetahuan tentang vaksin, penelitian dan pengembangan produk bioteknologi, dan juga produksi produk bioteknologi."

"Serta bagaimana cara mengembangkan dan memproduksi vaksin halal dan aman," papar Iin.

“Untuk kedepannya, diharapkan agar peserta bisa juga berasal dari National Regulatory Authority (NRA) atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan, untuk kita dorong kerjasama reliance dalam registrasi produk, sebagai upaya dalam meningkatkan efisiensi regulatory oversight obat termasuk vaksin antara Indonesia dan negara negara OKI,” tambah Iin.

Baca Juga: Ada Mitsubishi Xpander, Berikut Daftar Hadiah Undi-Undi Hepi Periode Juli 2024

Dalam kurun 04 – 12 Juli 2024 di Bio Farma, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai beberapa materi.

Di antaranya tentang Virologi, pengembangan vaksin virus, pengembangan produk Biotechnology, serta pembuatan vaksin halal hingga pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk distribusi vaksin serta aspek-aspek dan regulasi Good Manufacturing Practices (GMP) dalam produksi vaksin.

Setelah mendapatkan pelatihan di Bio Farma, para peserta program ini akan melanjutkan studi di Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran di Jatinangor.***

Halaman:

Tags

Terkini