rilis-bumn

Bio Farma Siap Berbagi Ilmu kepada 10 Delegasi OIC Comstech 2024

Kamis, 4 Juli 2024 | 07:45 WIB
Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma, Iin Susanti menghadiri Pembukaan Penerimaan Delegasi OIC Comstech Fellowship di Jakarta (1/7). (Dok. Bio Farma)

Selain itu, program fellowship ini merupakan komitmen Bio Farma dalam mendukung program Kementerian Kesehatan sebagai Center of Excellence (CoE) produk bioteknologi dan vaksin bagi negara-negara OKI dalam membangun kemandirian dalam produksi vaksin.

Baca Juga: Jaga Imun dari Virus Flu: Pandawara Vaksinasi Influenza di Immunicare Bio Farma

“Ini merupakan tahun ke-3 Bio Farma menerima delegasi dari OIC Comstech Fellowship Program.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia melalui diplomasi Kesehatan, serta menjadi ajang untuk mendorong kerja sama yang baik antar negara sahabat.

"Selain itu, program fellowship ini merupakan komitmen Bio Farma dalam mendukung program Kementerian Kesehatan sebagai Center of Excellence (CoE) produk bioteknologi dan vaksin bagi negara-negara OKI dalam membangun kemandirian dalam produksi vaksin,” ungkap Shadiq.

Baca Juga: Bio Farma Terima Penghargaan dari The Iconomis pada Ajang 6th Anniversary Indonesia BUMN Awards 2024

Sementara itu, Direktur Produksi & Supply Chain Bio Farma, Iin Susanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi program Diplomasi Kesehatan Indonesia.

“Kami menyadari bahwa negara-negara anggota OIC, memiliki tujuan yang sama, untuk mencapai ilmu pengetahuan tentang vaksin, penelitian dan pengembangan produk bioteknologi, dan juga produksi produk bioteknologi.

"Serta bagaimana cara mengembangkan dan memproduksi vaksin halal dan aman,” papar Iin.

Baca Juga: Edukasi dan Percepat Penyerapan Ovine Enoxaparin Sodium, Bio Farma Gelar Exclusive Meeting Dengan PERKI

“Untuk kedepannya, diharapkan agar peserta bisa juga berasal dari National Regulatory Authority (NRA) atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan, untuk kita dorong kerja sama reliance dalam registrasi produk, sebagai upaya dalam meningkatkan efisiensi regulatory oversight obat termasuk vaksin antara Indonesia dan negara negara OKI,” tambah Iin.

Dalam kurun 4 – 12 Juli 2024 di Bio Farma, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai beberapa materi diantaranya tentang Virologi, pengembangan vaksin virus, pengembangan produk Biotechnology, serta pembuatan vaksin halal hingga pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk distribusi vaksin serta aspek-aspek dan regulasi Good Manufacturing Practices (GMP) dalam produksi vaksin.

Setelah mendapatkan pelatihan di Bio Farma, para peserta program ini akan melanjutkan studi di Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran di Jatinangor.***

Halaman:

Tags

Terkini