"Saya kira ini sangat luar biasa. Apa yang sudah disajikan oleh tim PTPN IV Regional III ini sangat penting dan bisa diduplikasi serta replikasi ke region lain. Sehingga apa yang diharapkan dari program digitalisasi di semua PTPN, terutama di bawah kendali PalmCo bisa diaplikasikan di kebun-kebun seluruh bisnis unit PalmCo," harapnya.
"Sebagai perusahaan milik negara, PTPN terbukti advance dalam mengoptimalkan produksi melalui implementasi digitalisasi, mekanisasi, serta pendekatan dekarbonisasi yang efektif dan efesien, disamping tentu juga perlu terus menerus menjaga integritas," lanjut Fatur.
PTPN IV Regional III sendiri saat ini telah dalam fase terakhir penerapan Integrasi E-Plantation. Integrasi itu meliputi Dashboard Berbasis Web GIS fase II, computerized maintenance management system, partial integration SAP dan digitalized inititiaves lainnya.
Penerapan transformasi digital merupakan keharusan sebagai upaya menambah kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan efektivitas pengawasan dan evaluasi, serta efektifitas pengambilan keputusan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa saat ini digitalisasi menjadi bagian penting dalam operasional setiap regional perusahaan, meski dia menyebut tetap terdapat sejumlah tantangan, terutama dari sisi pemerataan sumber daya manusia yang harus diselesaikan.
"Kita selalu berupaya menjadikan program dan inovasi yang sukses di satu regional sebagai pilot project untuk diterapkan dan disesuaikan di regional lainnya. Termasuk digitalisasi, dekarbonisasi, juga sawit rakyat yang berhasil diterapkan di Regional III ini," tuturnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa PTPN IV Regional III menempatkan digitalisasi sebagai akselerator. Sejak 2019 lalu, peta jalan digital yang disusun dilaksanakan secara berkesinambungan.
Baca Juga: Brantas Abipraya Luncurkan Program Pelita Warna di Lapas Cipinang, Langsung Libatkan 12 BUMN Lainnya
“Sampai saat ini, PTPN V dalam fase integrasi penuh digital melalui program E-Plantation dan ditargetkan rampung 2024 mendatang," paparnya.
Hasilnya, perusahaan mampu meningkatkan kinerja secara signifikan yang dibuktikan dengan peningkatan efesiensi serta berhasil mencatatkan kinerja finansial tertinggi sepanjang sejarah selama tiga tahun berturut-turut.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index) yang dilaksanakan Kementerian BUMN, PalmCo Regional 3 menjadi salah satu perusahaan kluster Perkebunan dengan kesiapan matang menuju digitalisasi era industri 4.0.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Khas Betawi yang Wajib Kamu Coba Saat Berkunjung ke Jakarta
Sejumlah inovasi IoT yang dihasilkan perusahaan menjadi acuan bagi berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan seperti Millena (Mill Excelence Indicator) atau pemantau operasional pabrik berbasis sensorik, Intank Control atau pemantau penyimpanan crude palm oil (CPO) di tangki simpan secara real time.