Program ini mampu merubah pola pikir warga yang sebelumnya perambah dan pemburu hutan, menjadi pelestari lingkungan hutan melalui peningkatan ekonomi berupa pengembangan unit-unit usaha yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Baca Juga: PGE Masuk Indeks ESG Quality 45E IDX KEHATI, Tunjukan Komitmen Keberlanjutan
Program ini mencakup Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun Bestari, Emergency Response Group Millennial (ERMi), dan Kelompok Usaha Ulubelu Lestari (KUBERSERI).
Kedua, Program Canaya Geothermal Coffee dari PGE Area Kamojang, yaitu optimalisasi produksi kopi arabika para petani yang tergabung dalam kelompok Geothermal Coffee Process (GCP) sebagai Mitra Binaan PGE Kamojang di Jawa Barat.
Program ini membantu pengeringan biji kopi dengan pemanfaatan panas bumi secara langsung (direct-use geothermal) di Geothermal Dryhouse.
Baca Juga: PGE dan PLN IP Percepat Transisi Energi dan Optimalkan Pemanfaatan Panas Bumi
Metode ini merupakan inovasi baru yang berperan dalam proses pengeringan yang 75% lebih efektif dan efisien.
Pengeringan kopi yang pada awalnya membutuhkan waktu 30-45 hari, sekarang hanya membutuhkan 3-7 hari saja.
Dimana pengeringan dapat berlangsung selama 24 jam dengan suhu ruang yang dibuat senatural mungkin untuk menjaga cita rasa Kopi Arabika Kamojang.
Hasil dari program ini berupa produk Canaya Geothermal Coffee yang menjadi ciri khas dari PGE Kamojang.
Ketiga, Program Setor Jo yang diusung oleh PGE Area Lahendong sebagai solusi penanggulangan masalah limbah di Tompaso Raya, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, melalui empat unit Bank Sampah.
Berkolaborasi dengan PT Baciraro Kreatif Minahasa, program ini berhasil mengolah limbah organik menjadi eco-enzym serta limbah anorganik menjadi ecobrick yang dijadikan sofa, sehingga memiliki nilai ekonomi.
Program ini juga banyak melibatkan masyarakat rentan seperti perempuan dan penyandang difabel dalam kegiatannya.