DAHANA juga mencapai 99,37% dari target Key Performance Indicator (KPI) yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro & Handayani “Grant Thornton”.
Selain itu DAHANA juga memperoleh peringkat idA-/Stable (Single A Minus; Stable Outlook) dari Lembaga Pemeringkat Pefindo.
Pendapatan usaha DAHANA di tahun 2023 terealisasi sebesar Rp3,9 triliun meningkat 118,1% dari tahun 2022 yang sebesar Rp3,3 triliun.
Pencapaian ini membuktikan bahwa DAHANA masih menjadi pemain utama dalam industri bahan peledak di tanah air.
Namun, Ahyanizzaman juga berpesan, agar insan DAHANA tidak merasa puas dengan pencapaian yang ada, mengingat iklim dunia usaha yang sangat dinamis, dan situasi global yang belum membaik.
Dia berharap, seluruh karyawan tetap menjaga semangat inovatif untuk memecahkan segala permasalahan dan tantangan bisnis, yang akhirnya akan membawa kesejahteraan kepada perusahaan, karyawan, dan stakeholder lainnya masyarakat.
“Kami berharap, seluruh insan DAHANA dapat memberikan yang terbaik di setiap lini bisnis, meningkatkan kompetensi yang sudah dimiliki untuk memperkuat kapabilitas di underground mining,"
"Pengembangan bisnis drilling dan blasting, memaksimalkan dan mengembangkan kapasitas Pabrik Amonium Nitrat, menggenjot ekspor serta sebagai anggota Holding DEFEND ID,"
"Insan DAHANA dapat berinovasi mengembangkan peningkatan produk dan layanan bahan peledak di sektor militer,” ujar Ahyanizzaman.
Sebagai perusahaan nasional yang bergerak di sektor industri strategis, pencapaian DAHANA ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan perusahaan.
Tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan pada pengembangan industri pertahanan dan perekonomian Indonesia.***