Pertama, dengan meningkatkan produksi dari sektor hulu, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kedua, optimalisasi gasoline, melalui revamping, peningkatan kapasitas kilang, hingga meningkatkan produksi tambahan dengan campuran bioetanol menjadi biogasoline, untuk mengurangi impor solar.
Ketiga, dengan menekan impor LPG melalui peningkatan kapasitas produksi, hingga membangun jaringan gas rumah tangga.
Baca Juga: Pertamina Bersama Kementerian BUMN dan Forum Humas BUMN Gelar Pertemuan Seluruh Humas BUMN
Nicke menambahkan, Pertamina juga telah menyiapkan peta jalan transisi energi dan menerapkan praktik-praktik bisnis yang berkelanjutan melalui Sustainability Policy, Strategy & Initiatives yang diimplementasikan di seluruh Pertamina Group.
Tujuannya untuk menjadikan Pertamina sebagai perusahaan yang environmentally friendly, socially responsible dan good corporate governance.
Selain itu, Pertamina terus melakukan inovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional dan juga persiapan menghadapi tantangan energi secara global melalui langkah inisiatif strategis.
Baca Juga: Membanggakan! Direksi Pertamina Raih Penghargaan di 2 Ajang Internasional
Pertamina juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dengan mempersiapkan perseroan pada pemanfaatan Nusantara Sustainability di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersinergi dengan para pemangku kepentingan.
Hal ini, menurutnya, juga sebagai bagian dari langkah Pertamina dalam menghadapi persaingan ke tingkat global.***