rilis-bumn

Brantas Abipraya Tingkatkan Daya Saing dengan Menggelar Sertifikasi Manajemen SDM, Sebanyak 433 Peserta Ikut Pre-Test

Selasa, 16 Juli 2024 | 12:00 WIB
Brantas Abipraya menggelar sertifikasi manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) selama dua hari. (DOK.PT Brantas Abipraya (Persero))

Kabar BUMN — PT Brantas Abipraya (Persero), yang dikenal sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang konstruksi, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan daya saing dalam industri konstruksi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sertifikasi Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia).

Sertifikasi Manajemen SDM ini digelar selama 2 (dua) hari. Tanggal 9 Juli 2024 secara online dan offline pada tanggal 13 Juli 2024.

Baca Juga: Edukasi Masyarakat Budaya K3, PLN EPI Gelar Workshop Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Barang Bermanfaat dengan Aman

Sebanyak 433 peserta mengikuti pre-test, dan lolos sebanyak 150 peserta untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi Manajemen SDM.

”Kegiatan sertifikasi ini merupakan upaya Perusahaan dalam berkontribusi mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia, khususnya di bidang Manajemen SDM," ujar Tumpang Muhammad, Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya.

"Peserta meliputi Insan Abipraya yang berada di Kantor Pusat maupun yang di proyek, dan tak hanya itu peserta juga meliputi mahasiswa tingkat akhir dari berbagai Universitas, Akademis, serta masyarakat umum dengan total sebanyak 150 peserta,” lanjutnya.

Baca Juga: Bernostalgia ke Bandoengsche Melk Centrale 1928, Restoran di Bandung yang Berdiri Sejak Zaman Belanda

Tumpang menambahkan, agenda ini pun adalah wujud peranan aktif Brantas Abipraya dalam mendukung Program Sertifikasi SDM, Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 115 Tahun 2023, Tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Bagi Tenaga Kerja Bidang MSDM. Terbagi menjadi dua hari dengan dua agenda.

Diantaranya adalah Pelatihan Skema MSDM & Penyiapan Portofolio, APL-01 & APL-02, lalu dilanjutkan dengan Uji Sertifikasi MSDM yaitu Skema Staf SDM dan Skema Supervisor SDM.

Sebagai informasi acara inipun dihadiri oleh Rini, Ketua LSP HCMI, Koordinator Bidang II FHCI Leadership & Talent Development.

Baca Juga: PTBA dan BRIN Kembangkan Batu Bara untuk Bahan Baku Baterai Li-ion, Jadi yang Pertama di Dunia!

Setelah melalui pre-test dan post-test, seluruh peserta yang lolos untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi mendapatkan e-certificate Pelatihan dan mendapatkan Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dengan mendapatkan sertifikat kompetensi kerja, lanjut Tumpang, keuntungan bagi peserta adalah mereka sudah dianggap terlatih, apalagi untuk para mahasiswa tingkat akhir yang telah mengantongi sertifikat ini menjadi semakin siap memasuki dunia kerja.

Halaman:

Tags

Terkini