Lewat program Mandiri Pilah Sampah, Bank Mandiri menggandeng komunitas pecinta lingkungan dan masyarakat untuk mengelola sampah organik dan menghasilkan eco enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai fertilizer tanaman.
Dalam program ini, Bank Mandiri turut memberikan infrastruktur pendukung seperti buku tabungan, renovasi kantor sekretariat, alat timbangan, kendaraan pengangkut serta alat biodigester.
Baca Juga: Go Beyond! Anak Perusahaan Bank Mandiri Group Catat Kinerja Positif di Kuartal I 2024
Serta, adanya integrasi kegiatan dengan program mandiri sekolah kejar paket, dimana penerima manfaat dari mandiri sekolah kejar paket wajib menyetorkan sampah ke bank sampah yang dikelola di bawah program mandiri pilah sampah.
Khusus di Jakarta, Program Mandiri Pilah Sampah dilaksanakan di 10 Bank Sampah yang tersebar di wilayah Kelurahan Mampang Prapatan dan Kelurahan Kebon Baru.
Terdapat dua contoh kisah sukses, yaitu Bank Sampah Mekar Sari di Rukun Warga (RW) 05 dan Mekar Wangi di RW 04 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Kampanye #BeyondSuperAPP, Bank Mandiri Kukuhkan Posisi Livin’ by Mandiri Sebagai SuperAPP Nomor 1
Hasilnya, Bank Sampah Mekar Sari mampu merangkul 320 nasabah, dan hasil penimbangan sampah mencapai sebesar 2.600 kilogram per bulan serta mendongkrak nilai tambah sekitar Rp 5,3 juta per bulan.
Adapun, total nasabah di 10 Bank Sampah dengan periode 1 tahun terakhir adalah sebanyak 1.044 nasabah yang menghasilkan sampah non organik yang terkelola sebesar 87,5 ton, jumlah sampah organik terkelola 7,2 ton, serta jumlah minyak jelantah terkelola seberat 926 kilogram.
“Bank Mandiri konsisten mendukung operasional bank sampah sebagai usaha memberdayakan masyarakat.
Baca Juga: Marathon Impian! Bank Mandiri Sukses Gelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2024 dengan Rute Eksotis
"Lewat program ini, masyarakat bisa mengolah suatu barang menjadi bernilai ekonomi, dan pada saat yang sama ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” imbuh Aris.***