Bata interlock telah digunakan di lebih dari 100 unit rumah pada sejumlah proyek di Sumatera Barat dan Jambi.
Inovasi ini dapat mendukung percepatan pengurangan angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia.
Menurut Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023 menunjukkan angka sebesar 9,9 juta unit, dengan 26,9 juta rumah tangga tidak memiliki akses terhadap hunian yang layak.
Lebih lanjut, Subhan menyampaikan, bata interlock dari SIG memenuhi kriteria pembangunan rumah di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusung konsep sustainable and smart city.
Subhan menegaskan, SIG siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan proyek pembangunan perumahan dan permukiman.
Baca Juga: SIG Membidik Peluang Bisnis di IKN dengan Kepemilikan 20,9% Saham PT Karya Logistik Nusantara
“Baik di IKN maupun daerah lain. Sebagai perusahaan BUMN, SIG berkomitmen untuk terus berkontribusi dan menjadi bagian dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Subhan.***