Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDG’s) tujuan 13, penanganan perubahan iklim dan tujuan 17, kemitraan untuk mencapai tujuan.
Serta mendukung implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui pendampingan dari pihak PHE Jambi Merang, terbentuk sebuah inovasi baru yang memberikan alternatif solusi kepada Kelompok Penggerak Lingkungan.
Salah satunya adalah games edukasi Bocah Cilik Kelola Lingkungan (Bocil Keling) yang sudah ada di playstore.
Dari aplikasi edukatif tersebut, membantu siswa dan warga sekolah memahami proses daur ulang.
Aplikasi Bocil Keling memberikan edukasi dengan fitur-fitur tangkap sampah, bersihkan taman serta bersihkan sungai. Pada aplikasi tersebut juga terdapat keterangan jenis sampah serta warna tong sampah sesuai dengan jenis sampahnya.
Selain itu, siswa juga bisa melakukan scan barcode jenis sampah pada saat pembuangan sampah di tong sampah otomatis.
Fitur scan barcode ini akan memberikan poin kepada siswa yang bisa mengumpulkan sampah dengan benar.
Poin ini dapat ditukarkan pada Bank Sampah berupa alat tulis sesuai dengan jumlah poin yang diperoleh.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perluas Pendataan QR Code Pertalite
Aqila dan teman-temannya terus mendorong kesadaran diri karena melihat fenomena lahan yang sengaja dibakar untuk pembukaan lahan sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebagai duta penggerak lingkungan, Aqila melakukan pendampingan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kelompok Penggerak Peduli Lingkungan.
Aqila mengorganisir program daur ulang di sekolahnya dengan melibatkan teman-teman dan guru untuk mengumpulkan sampah plastik dan kertas.