Kabar BUMN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memperingati Hari Anak Nasional 2024 bertema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" dengan melaksanakan kegiatan di Kota Palembang.
Kegiatan yang dilakasanakan melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diantaranya Kampung Literasi 26 Ilir dan Kelurahan Talang Jambe.
Kegiatan di Kampung Literasi 26 Ilir menampilkan hasil-hasil karya anak-anak Kampung Literasi 26 Ilir melalui penampilan fashion show, pemeran daur ulang menjadi bangunan-bangunan bersejarah di Kota Palembang.
Baca Juga: Bukit Asam dan BRIN Mulai Kembangkan Batu Bara untuk Bahan Baku Baterai Li-ion
Kemudian Sosialisasi Forum Anak Provinsi Sumatera Selatan, Edukasi Energi Pertamina oleh Perwira Pertamina hingga penyerahan bantuan secara simbolis berupa Program Pemberdayaan Kelompok Kampung Literasi.
Koordinator Kecamatan Bukit Kecil Dinas Pendidikan Kota Palembang, Sri Warsiti menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional.
Baca Juga: 7 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Gumuk Pasir Parangkusumo Yogyakarta
Menurutnya, kegiatan ini dapat mengembangkan potensi kreativitas anak-anak dan remaja Kampung Literasi Rusun 26 Ilir.
“Ini pencapaian yang luar biasa, karena dengan keterbatasan Kampung Literasi 26 Ilir Pertamina terus memberikan dukungannya."
"(Juga) sekaligus dukungan stakeholder terkait dari Kecamatan, Kelurahan, Forum Anak, warga sekitar, dan serta Ketua Kampung Literasi yang ditengah kesibukannya masih mempunyai energi untuk kontribusinya, sehingga menjadi pusat dari Kampung Literasi 26 Ilir untuk membuka wawasan untuk bekal masa depan mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Ajak Anak-anak Melihat Komodo Dragon di Gembira Loka, Wisata Edukasi Seru di Yogyakarta
Founder sekaligus Ketua Kampung Literasi, Oca Tresia sangat berterima kasih dan mengapresiasi Pertamina atas kepedulian dan kasih yang dibagikan kepada Kampung Literasi melalui bantuan berupa renovasi bangunan dan lainnya untuk penerima manfaat di Kampung Literasi.
“Kami ingin sekali mengubah image negatif rumah susun agar rumah susun ini tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
"Kami menciptakan dan menginovasikan kreativitas dan inovasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Kampung Literasi sebagai bahan acuan bahwa tidak semua masyarakat rumah susun itu memiliki keterbelakangan pendidikan,” kata Oca.