Kabar BUMN - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding BUMN Pangan ID FOOD menandatangani kerja sama dengan BTN terkait dukungan penanganan pencegahan stunting yang menjadi program pemerintah.
Direktur Utama ID FOOD Sis Apik Wijayanto mengatakan, dukungan perbankan diperlukan untuk mendukung penyaluran bantuan penanganan stunting di tahun 2024.
Diharapkan upaya ini dapat mempercepat penyaluran bantuan, sehingga membantu program pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia.
Baca Juga: ID FOOD Peduli Pendidikan: Berikan Insentif untuk Guru TK PT Sang Hyang Seri dalam Kegiatan TJSL
“Kolaborasi ini akan difokuskan untuk bantuan bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS),” ungkap Sis Apik melalui keterangannya, Selasa, (23/07/2024), di Jakarta
Adapun saat ini penyaluran program bantuan penanganan stunting yang dijalankan ID FOOD telah memasuki tahun ke dua.
Upaya penyaluran akan terus ditingkatkan secara bertahap guna memenuhi target penyaluran kepada 1.446.089 Keluarga Rawan Stunting (KRS) di 7 provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Lini Bisnis Perikanan, Ekspor Perikanan ID FOOD Meningkat
Program bantuan penanganan stunting ini digelar dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah menurunkan prevalensi stunting sebagaimana tercantum dalam Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Dalam program ini setiap keluarga rentan stunting akan menerima satu paket berisi 10 butir telur dan 1 kg daging ayam beku (frozen) sebanyak tiga kali,” terangnya.
Lebih lanjut, Sis Apik mengungkapkan, percepatan pelaksanaan program pangan strategis akan terus dilakukan tidak hanya untuk komoditas telur ayam dan daging ayam saja.
Ini mengingat di tahun 2024 ID FOOD akan menjalankan sejumlah program pangan, di antaranya menjaga stok dan pasokan 10 komoditas pangan strategis.
ID FOOD mendapatkan kepercayaan dari pemerintah, dalam hal ini dari Badan Pangan Nasional untuk melaksanakan berbagai program pangan strategis seperti penyaluran bantuan pangan penanganan stunting dan mengelola stok dan pasokan 10 komoditas.