"Beroperasinya pembangkit EBT ini, salah satunya PLTS Terapung Cirata, menjadi bukti dari komitmen PLN NP dalam menjawab tantangan transisi energi," ujar Ruly.
Baca Juga: Jalankan Program Green Energy Movement, PLN Nusantara Power Kurangi 17 Juta Ton Emisi CO2
Ruly menambahkan, “Kami juga turut serta dalam mendukung Green City di IKN dengan membangun PLTS sebesar 10 MW.”
Selain berasal dari pembangkit EBT, produksi listrik ramah lingkungan juga berasal dari inovasi melalui teknologi co-firing atau subtitusi batu bara dengan biomassa di PLTU.
Teknologi co-firing ini mampu diimplementasikan secara komersial pada 24 PLTU dan menghasilkan 511 ribu MWh listrik bersih. Inovasi ini juga mampu mereduksi emisi hingga 533 ribu ton CO2.***