“Mekanisme ini masih dikhususkan untuk kendaraan roda empat (mobil)," tambah Heppy.
Baca Juga: GIIAS 2024, Ajang Pertamina Patra Niaga Menunjukkan Komitmennya Mendukung Era Energi Bersih
Salah satu wilayah yang menjadi lokasi pilot project penerapan QR Pertalite yaitu Kota Pangkalpinang di Provinsi Bangka Belitung yang sejak 2023 telah memberlakukan pembelian Pertalite dengan menunjukkan QR code.
Hal ini seperti yang diceritakan oleh Edy, salah satu konsumen Pertalite dari Pangkalpinang yang menceritakan pengalamannya bertransaksi di SPBU dengan QR Code.
"Bagi saya mudahlah, karena tinggal buka HP, tunjuk QR ke operator, selesai," jelas Edy.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Bawa Transisi Energi “Hijau” di GIIAS 2024
Selain mengharapkan pengguna Pertalite segera melakukan pendaftaran Heppy juga menjelaskan bahwa selama masa sosialisasi masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite dan menjelaskan bahwa tujuan pendataan ini bukan untuk menyulitkan masyarakat, namun untuk melindungi masyarakat rentan yang sebenarnya berhak menikmati subsidi energi.
“Tujuan pendataan untuk melindungi masyarakat rentan, memastikan subsidi energi yang tepat sasaran, data ini diharapkan bisa digunakan untuk menetapkan kebijakan energi bersama pemerintah serta dapat mencegah potensi terjadinya potensi penyalahgunaan atau kasus penyelewengan BBM subsidi di lapangan,” tambah Heppy.
Sebagai informasi, sesuai Kepmen ESDM No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 Pertalite ditetapkan sebagai BBM Penugasan oleh Pemerintah.
Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran subsidi tepat sasaran menggunakan sistem MyPertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 serta sosial media resmi @ptpertaminapatraniaga dan @mypertamina.***