rilis-bumn

Bio Farma Rayakan Hari Konservasi Alam Nasional 2024 dengan Pelepasan Satwa Langka

Sabtu, 27 Juli 2024 | 11:00 WIB
Melalui program TJSL, Bio Farma melakukan pelepasan satwa langka, yakni Owa Jawa dan Surili dalam rangka perayaan Hari Konservasi Alam Nasional 2024. (Dok. Bio Farma)

“Terimakasih banyak atas dukungan dari pihak Bio Farma yang telah melaksanakan kegiatan pelepasliaran ini," ujar Halu Oleo.

"Kami harap dengan adanya pelepasliaran satwa endemik primata jawa ini, yaitu Owa Jawa dan Surili ini diharapkan bisa berkembang biak dengan baik dan dapat menambah populasi yang ada di Cagar Alam Gunung Tilu."

"Selanjutnya tim dari BBKSDA Jawa Barat dan TAF-IP akan memantau perkembangan harian, dengan mengikuti pergerakan dan perilaku adaptasi individu itu selama enam bulan ke depan," kata Halu Oleo.

Baca Juga: Pendaftaran Lowongan Magang BUMN PT Pupuk Kujang Cikampek Ditutup Hari Ini, Segera Apply Lamaran Melalui Link Berikut

Pelepasliaran ini dilakukan kepada satu individu Owa Jawa dan satu individu Surili.

Owa Jawa dan Surili ini telah menjalani proses rehabilitasi dan setelah melalui tes kesehatan akhir, kedua individu dinyatakan dalam kondisi baik serta siap dilepasliarkan.

Setelah pelepasliaran, tim monitoring akan memantau perkembangan harian dengan mengikuti pergerakan dan perilaku adaptasinya selama 6 bulan ke depan.

Baca Juga: Ide Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga, Rekomendasi 8 Usaha Paling Cuan dan Mudah Dijalankan

Cagar Alam Gunung Tilu dipilih sebagai lokasi lepas liar, dikarenakan kawasan konservasi ini masih sangat alami dengan tutupan hutan yang rapat serta terhubung dengan cagar Alam Gunung Simpang.

Sehingga satwa liar dapat hidup pada bentang ekosistem hutan konservasi seluas 23.000 hektar, dengan tingkat gangguan yang relatif kecil dan minim aksesibilitas manusia, sehingga diharapkan dapat berkembang dengan baik di alam liar.

Owa merupakan salah satu jenis primata endemik di Pulau Jawa yang telah termasuk ke dalam daftar terancam punah secara global. Populasinya di alam hanya tersisa sekitar 2.000-4.000 individu.

Baca Juga: Ada Lagi Rekrutmen BUMN dari PT Sucofindo, Tersedia Berbagai Posisi untuk Macam-macam Background Pendidikan

Mereka tersebar di beberapa kawasan konservasi dan hutan lindung di Jawa Barat dan sebagian kecil kawasan hutan lindung di Jawa Tengah.

Satwa liar itu masuk ke dalam daftar 25 spesies fauna dan flora prioritas untuk ditiingkatkan populasinya oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Sampai dengan saat ini, Program Kerjasama Konservasi Primata Endemik Jawa ini telah berhasil melepasliarkan 59 Owa Jawa dan 16 Surili hasil rehabilitasi ke habitatnya.

Halaman:

Tags

Terkini